Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menandatangani perintah eksekutif di Ruang Oval, pada 20 Januari 2021. ( Foto: REUTERS / Tom Brenner )

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menandatangani perintah eksekutif di Ruang Oval, pada 20 Januari 2021. ( Foto: REUTERS / Tom Brenner )

BKPM: Dilantiknya Joe Biden Tak Signifikan Dorong Investasi AS ke Indonesia

Senin, 25 Januari 2021 | 16:38 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA-  Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebut pelantikan Presiden AS Joe Biden 20 Januari tidak akan berpengaruh signifikan terhadap arus investasi foreign direct investment (FDI) yang berasal dari AS ke Indonesia.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa dalam kurun waktu lima tahun terakhir investasi PMA yang berasal dari AS ke Indonesia tidak begitu berpengaruh signifikan dengan kemenangan wakil dari Partai Republik maupun Demokrat dalam pemilihan Presiden AS.

“Saya pikir landai-landai saja tidak ada sesuatu yang membuat kita khawatir atau gimana”ujar Bahlil dalam Konferensi Pers Realisasi Investasi, Senin (25/1).

Kendati begitu, Bahlil berharap dengan dilantiknya Joe Biden sebagai Presiden AS dapat memberikan sentimen positif terhadap investasi AS ke Indonesia yang juga tergantung dari arah kebijakan Biden ke  depan.

“Hadirnya Joe Biden ini mungkin bisa membuat suatu kondisi yang lebih baik, Harapan Kita, tapi kan kita tidak tahu arah kebijakannya seperti apa. Kalau saya melihat data yang terakhir sih landai landai saja yang enggak ada masalah, tinggal bagaimana kita melakukan pola komunikasi yang baik”ungkapnya.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Foto: IST
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Foto: IST

Di sisi lain, Bahlil menilai efek biden akan terlihat dari sisi perdagangan khususnya untuk fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) untuk Indonesia dari Amerika  Serikat diharapkan terus berlangsung.

“Tinggal bagaimana kita melakukan pola komunikasi yang baik khususnya di perdagangan kali ya, GSP yang kemarin sudah ditandatangani oleh Amerika yang dilakukan lobi oleh Menteri Perdagangan yang sekarang, mungkin itu ada kaitannya. Tetapi kan tidak ada kaitannya secara signifikan terkait dengan investasi. harapan saya Joe Biden menambah investasi lah untuk suruh pengusaha Amerika ke Indonesia,”tandasnya.

Adapun dalam realisasi investasi sepanjang tahun 2020 Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 412,8 triliun berkontribusi  49,9% dari total investasi. Realisasi PMA justru turun 2,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 423,1%.

Jika berdasarkan negara asal Amerika Serikat menempati posisi ke-8 terbesar yang menanamkan modalnya ke Indonesia dengan nilai US$ 749 miliar yang tersebar dalam 1.472 proyek.

Sementara di posisi lima besar, pertama Singapura sebesar US$ 9,8 miliar membangun 15.088 proyek, Tiongkok US$ 4,8 miliar dengan 3.027 proyek, Hongkong US$ 3,5 miliar dengan proyek sebanyak 2.789, Jepang US$ 2,6 milia dan proyek sebanyak 8.817  , dan Korea Selatan US$ 1,8 miliar dengan proyek sebanyak 5.468.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN