Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
kata Ketua Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Muhammad Ikhsan Ingratubun. Sumber: golkarpedia

kata Ketua Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Muhammad Ikhsan Ingratubun. Sumber: golkarpedia

BKPM Diminta Tidak Ikut Urus UMKM

Kamis, 30 September 2021 | 21:27 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id  - Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun mengatakan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal sebaiknya mengkaji kembali pelaksanaan Online Single Submission (OSS) Risk Based Approach (RBA). Pelaksanaan OSS RBA belum sejalan dengan spirit UMKM serta menyulitkan pelaku UMKM saat mengurus perizinan.

“Menurut penilaian asosiasi UMKM, BKPM kecentilan ikut-ikut mengurus UMKM ya padahal tidak mengerti ruh UMKM. Kalau urus (usaha) yang gede ya  urus yang gede saja. Untuk mengurus UMKM itu perlu pendalaman komprehensif,” ucap Ikhsan dalam konferensi pers secara virtual pada Kamis (30/9).

Dia mengatakan pelaksanaan OSS  RBA tidak sejalan dengan Undang Undang Cipta Kerja. Sebab tujuan dari regulasi tersebut ingin menciptakan lapangan kerja sebanyak mungkin tetapi pelaku UMKM malah kesulitan mengurus perizinan melalui OSS.  Kebijakan OSS RBA yang baru  dijalankan oleh BKPM pada akhirnya malah menimbulkan calo-calo baru.

“Begitu sulitnya OSS mendapatkan izin munculah calo-calo baru yang bertindak sebagai petugas-petugas di BKPM,” ucap Ikhsan.

Kebijakan OSS sebaiknya direvisi khususnya yang berkaitan dengan UMKM. Sebaiknya kebijakan OSS terkait UMKM jangan dijalankan dulu Asosiasi UMKM meminta agar kebijakan OSS yang tidak sejalan dengan ruh dari UMKM untuk berusaha terutama usaha mikro lebih bagus tidak diberlakukan.

Postponed untuk revisi ulang agar ini menjadi harmonisasi kebijakan dengan daerah- dengan UMKM supaya bisa saling-saling mengetahui. BKPM jangan sok tahu Ini namanya kebijakan yang sok tahu tidak harmonis, kecentilan untuk mengurus tetapi tidak paham terhadap ruh dari UMKM,” ucap Ikhsan.

Ketua Umum Kolaborasi Usaha Kecil dan Menengah Nasional (KOMNAS UKM) Sutrisno Iwantono
Ketua Umum Kolaborasi Usaha Kecil dan Menengah Nasional (KOMNAS UKM) Sutrisno Iwantono

Ketua Umum  Kolaborasi  Usaha Kecil dan Menengah Nasional (Komnas UKM) Sutrisno Iwantono mengatakan kebijakan OSS dijalankan dengan tujuan baik tetapi dalam pelaksanaanya di lapangan malah menyulitkan pengusaha. Pihaknya sudah berupaya mengundang Kementerian/Lembaga terkait bahkan Sekretariat Kabinet namun belum ada kelanjutan dari penanganan OSS.

“Kita menyadari betul tujuan dari OSS itu baik tetapi sebenarnya di lapangan tidak seperti itu ada juga arogansi dari para Kementerian/ Lembaga  terkait,” ucap Sutrisno.

Dia  meminta Presiden Jokowi untuk melihat kembali kinerja Kementerian/Lembaga yang ditugaskan untuk menangani OSS RBA. Pengurusan OSS yang rumit dikhawatirkan malah menjadi celah bagi pihak-pihak  yang mengambil keuntungan.

“Jadi ada satu sisi kemacetan tetapi di sisi lain yang memanfaatkan kemacetan untuk kepentingan tidak terpuji. Saya kira perlu kita mintakan kepedulian dari Kementerian/Lembaga yang membidangi ini jangan diam saja. Kami sudah sampaikan tetapi tidak ada follow up,” ucapnya.

Ketua UKM Indonesia Dewi  Meisari Haryanti mengatakan untuk kedepannya perlu perbaikan OSS RBA yang dilakukan secara kokreasi dengan melibatkan pengusaha. Sebab nantinya pengusaha yang akan menjadi pihak yang mengurus perizinan.

“Kami dulu yang  tes jangan kayak gini dirilis dulu akhirnya dirilis tanpa di tes dulu jadinya kacau.  OSS yang seharusnya memberikan kepastian malah memberikan ketidakpastian baru,” ucapnya.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN