Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Industri mamin. Foto ilustrasi: IST

Industri mamin. Foto ilustrasi: IST

BKPM: Industri Makanan dan Minuman Paling Diminati

Triyan Pangastuti, Rabu, 27 Mei 2020 | 09:33 WIB

JAKARTA, investor.id - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menilai investasi di sektor manufaktur khususnya makanan dan minuman (mamin) masih memiliki kinerja yang bagus di kurun waktu lima tahun terakhir. Meskipun saat ini terkena imbas Covid-19.

Plt Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM, Farah Indriani mengatakan sektor manufaktur berpotensi jauh lebih meningkat. Hal ini didorong oleh kemajuan teknologi dan internet, serta proses produksi yang akan lebih efisien.

Di sisi lain, Indonesia juga memiliki keunggulan dari letak geografis dan pasar domestik, sehingga dapat dijadikan hub manufaktur di wilayah ASEAN.

“Angka-angka ini menjadi refleksi bahwa tidak bisa dimungkiri, jika pasar domestik Indonesia adalah magnet investasi, khususnya industri makanan dan minuman. Diantara dua sektor lainnya, hanya industri makanan yang porsi PMDN nya lebih besar dari PMA. Di sini kita yakin bahwa industri ini akan cukup stabil dari guncangan ekonomi dunia,”ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (26/5).

Meskipun data realisasi investasi BKPM untuk sektor industri makanan pada 5 tahun terakhir menunjukkan adanya fluktuasi, namun secara rata-rata mengalami kenaikan sebesar 3% per tahun dan tetap berada pada peringkat teratas total realisasi investasi sektor sekunder.

Pada tahun 2017, Industri Makanan mencapai puncak tertinggi dengan total investasi mencapai Rp64,8 triliun atau senilai US$4,86 miliar.

Sementara itu, realisasi investasi industri logam dasar pada 5 tahun terakhir meskipun tidak selalu menjadi yang teratas, menunjukkan potensi besar yang terlihat dari rata-rata pertumbuhannya mencapai 11% per tahun.

“Kalau kita merunut data Industri Makanan, memang kenaikannya tidak sebanyak investasi Industri Logam Dasar. Kenaikan investasi di Industri Logam Dasar juga merupakan sinyal bahwa pembangunan industri di tanah air berjalan dengan cepat. Indonesia tetap dipercaya oleh investor baik dalam maupun luar negeri,” jelas Farah.

Adapun catatan BKPM, kurun waktu periode 2015 – Triwulan I 2020, realisasi investasi di sektor manufaktur mencapai Rp 1.348,9 triliun dan  5 total realisasi investasi terbesar di sektor sekunder dicapai oleh Industri Makanan (Rp293,2 triliun); Industri Logam Dasar (Rp266,7 triliun); Industri Kimia dan Farmasi (Rp243,9 triliun); Industri Mineral Non Logam (Rp109,3 triliun); dan Industri Kendaraan Bermotor dan Alat Transportasi Lain (Rp 106,4 triliun).

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN