Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bahlil Lahadalia, Kepala BKPM. Sumber: BSTV

Bahlil Lahadalia, Kepala BKPM. Sumber: BSTV

BKPM: Investasi Tiongkok Naik Pesat Dibanding Jepang

Rabu, 29 Januari 2020 | 20:01 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi penanaman modal asing (PMA) yang berasal dari Negara Tiongkok tumbuh pesat bahkan menempati posisi kedua dengan nilai investasi US$ 4,7 miliar, lebih tinggi dibandingkan posisi tahun lalu hanya US$ 2,4 miliar.

Bahkan posisi Tiongkok tahun ini melampaui posisi nilai investasi Jepang ke Indonesia. Hal ini disebabkan Tiongkok lebih agresif berinvestasi di Indonesia dibandingkan dengan negara lain.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah sebetulnya tidak memberikan prioritas kepada investasi yang berasal dari Tiongkok. Hanya saja, Bahlil mengakui Tiongkok lebih agresif dalam berinvestasi dibanding negara-negara lain.

"Kami tawarkan ke seluruh negara, dan tidak prioritas ke Tiongkok saja, tapi memang dia (Tiongkok) agresif 100% kenaikannya," katanya dalam konferensi pers di Kantor BKPM, Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Dia mengatakan Tiongkok lebih berani melakukan investasi di hilir dan memiliki waktu studi kelayakan (feasibility study) yang lebih cepat ketimbang Jepang yang memakan waktu 3 tahun.

"Kadang pemikiran feasibility study mereka (Tiongkok) berjalan cepat dan langsung realisasi. Kalau Jepang kajiannya bisa tiga sampai empat tahun, tapi setelah itu pasti jalan," kata Bahlil.

Adapun investasi Tiongkok di Indonesia senilai US$4,74 miliar dengan jumlah proyek sebanyak 2.130. Sedangkan investasi dari Jepang tercatat sebesar US$4,31 miliar dengan 3.835 garapan proyek.

Posisi tersebut mengalami pergeseran dari tahun 2018, di mana Tiongkok sebelumnya berada di posisi ketiga dengan jumlah investasi sebesar US$2,01 miliar dan 1.562 proyek. Saat itu, Jepang di posisi kedua dengan nilai investasi US$4,95 miliar dan 3.166 proyek.

Adapun pencapaian realisasi investasi periode Triwulan IV (Oktober-Desember) 2019 sebesar Rp 208,3 triliun, meningkat 12 % dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018.

Dengan capaian tersebut, maka total realisasi investasi sepanjang tahun 2019 (Januari-Desember) yaitu sebesar Rp 809,6 triliun, atau 102,2% dari target realisasi investasi tahun 2019 sebesar Rp 792 triliun.

Berikut daftar 10 negara terbesar yang menanamkan modalnya di Indonesia sepanjang 2019.

 

1. Singapura US$ 6,50 miliar dengan 7.020 proyek.

2. Tiongkok US$ 4,74 miliar dengan 2.130 proyek.

3. Jepang US$ 4,31 miliar dengan 3.835 proyek.

4. Hongkong, RRT US$ 2,89 miliar dengan 1.508 proyek.

5. Belanda US$ 2,59 miliar dengan 1.345 proyek.

6. Malaysia US$ 1,35 miliar dengan 1.682 proyek.

7. Korea Selatan US$ 1,07 miliar dengan 2.952 proyek.

8. Amerika Serikat US$ 989,3 juta dengan 788 proyek.

9. Inggris US$ 743,8 juta dengan 1.392 proyek.

10. Australia US$ 348,2 juta dengan 1.049 proyek.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN