Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PLN bersama TNI mensosialisasikan  kepada warga yang tanahnya ditanami pohon tanamam keras dan berada di bawah Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTET) 500 kV.

PLN bersama TNI mensosialisasikan kepada warga yang tanahnya ditanami pohon tanamam keras dan berada di bawah Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTET) 500 kV.

Black Out Dikupas Tuntas di Hari Listrik Nasional

Rangga Prakosa, Rabu, 18 September 2019 | 17:05 WIB

JAKARTA - Padamnya listrik di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat pada awal Agustus kemarin menjadi salah satu topik diskusi dalam penyelenggaraan Hari Listrik Nasional ke-74. Acara yang berlangsung di Jakarta pada 9-11 Oktober mendatang itu dijadwalkan akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo.

Ketua Panitia Pelaksana Hari Listrik Nasional (HLN) Noesita Indriyani mengatakan, peristiwa black out mewarnai dinamika dalam menyusun penyelenggaraa acara. Kejadian tersebut menjadi pengalaman berharga dan pelajaran penting dalam mengatasinya.

"Bagi MKI (Masyarakat Ketanagalistrikan Indonesia) kejadian black out perlu ada suatu pembahasan untuk mendapatkan solusi. Nantinya akan dirangkum jadi masukan bagi pemerintah dan stakeholder," kata Noesita dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (18/9).

Noesita mengungkapkan, penyelenggaraan HLN tahun ini bakal berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dia menyebut HLN kali ini menggandeng empat asosiasi yang pakar di bidangnya. Asosiasi tersebut adalah PJCI, CIGRE, HAKIT dan MASKEEI. Selain itu juga ada pameran inovasi di bidang kelistrikan termasuk kemampuan sumber daya manusia.

"Kami berharap pak Jokowi hadir bisa melihat kesiapan SDM (sumber daya manusia) di bidang kelistrikan," ujarnya.

Ditemui usai FGD tertutup untuk media, Direktur Bisnis Regional PLN Jawa Bagian Timur, Bali dan Nusa Tenggara Supangkat Iwan Santoso menuturkan, PLN telah melakukan sejumlah upaya dalam mencegah peristiwa black out terjadi. Upaya yang dilakukan antara lain menebang pohon di sepanjang jalur transmisi maupun perawatan relay. Pohon yang menjulang hingga kabel transmisi bisa menjadi pemicu gangguan atau menyebabkan konsleting listrik.

Dia menerangkan, transmisi memiliki 4 line (baris) kabel yang menjulang. Bila line pertama bermasalah atau yang disebut N-1 maka pemadaman listrik tak terjadi. Namun apabila line kedua juga padam atau yang disebut N-2 maka pemadaman terjadi.

"Itu mulai defense scheme supaya pemadamannya terbatas. Bukan black out. Ini yang sekarang diperbaiki," ujarnya.

Dia menegaskan, PLN sudah melakukan mitigasi setelah black out kemarin. Sejumlah skenario terburuk dan upaya penanggulangannya pun disiapkan. Bila pemadaman meluas, maka sejumlah wilayah vital seperti Istana Negara, transportasi massal MRT tetap mendapat prioritas pasokan listrik. Pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) Muara Karang menjadi pemasok utama untuk objek vital tersebut. Bila pembangkit tersebut   ikut padam (trip) maka disiapkan pasokan listrik untuk membangkitkannya lagi (black start) yang berasal dari PLTU Suralaya di Banten.

"Selama ini Suralaya dipasok dari PLTA Saguling. Ini sedang diperbaiki. Jadi Suralaya dipasok dari Cilegon yang lebih dekat," ujarnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA