Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Sumber: BSTV

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Sumber: BSTV

BLT Dana Desa Baru Tersalur Rp 6,11 Triliun

Rabu, 21 Juli 2021 | 21:34 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Realisasi Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa hingga Senin (19/7) tercatat baru mencapai Rp 6,11 triliun atau 21,12% dari pagu sebesar Rp 28,8 triliun. Program BLT Desa dinilai sebagai instrumen perlindungan sosial yang efektif dalam menjaga daya beli masyarakat terdampak pandemi Covid-19, sehingga pemerintah desa wajib menyalurkan BLT Desa dan tidak dikaitkan dengan program bansos tambahan dari pemerintah pusat.

“Kami meminta kepada seluruh desa atau daerah untuk bisa meningkatkan akselerasi dalam pemakaian atau penyerapan anggaran desa yang ditargetkan untuk 8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM),” ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Pers Tindak Lanjut Arahan Presiden RI terkait Perkembangan Terkini Penerapan PPKM pada Rabu (21/7).

Bila dirinci lebih dalam, masih ada 163 daerah atau 25.547 desa yang penyerapan BLTnya baru mencapai Rp 938 miliar atau 8,2% dari target realisasi sebesar Rp 11,5 triliun. Kemudian 151 daerah atau 25.815 desa pencairan BLT Desa hanya sebesar Rp 2,18 triliun atau 21,7% dari pagu Rp 10,048 triliun.

Kemenkeu, kata Sri Mulyani, juga mendorong adanya kebijakan relaksasi penyaluran dana desa dan BLT Desa, agar pemda dapat mempercepat pengajuan permohonan penyaluran dana desa dan mendorong pemerintah desa mempercepat pembayaran BLT Desa.

“Kami berharap untuk daerah-daerah tersebut bisa segera mengakselerasi pencairan dana sehingga masyarakat desa terutama KPM bisa langsung mendapatkan BLT desa,” ucap Sri Mulyani.

Lebih lanjut Sri Mulyani mengatakan, terdapat 99 daerah atau 15.0298 desa yang realisasi BLT Desanya sudah mencapai Rp 2,27 triliun atau 37,3% dari pagu Rp 6,090 triliun. Hanya ada 21 daerah atau 2.873 desa yang pencairan BLT desanya sudah di atas 50%. Adapun desa-desa tersebut sudah menyalurkan Rp 717,6 miliar atau 59,7% dari pagu Rp 1,2 triliun.

Kemenkeu, kata Sri Mulyani, juga mendorong kepala desa agar memperhatikan kriteria pendataan KPM BLT Desa di Tahun Anggaran (TA) 2021. Kepala desa juga diminta untuk segera melakukan penyesuaian apabila jumlah KPM TA 2021 lebih rendah dibanding TA 2020 sehingga target jumlah KPM BLT Desa TA 2021 secara nasional dapat tercapai.

Di sisi lain, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mendorong kepala daerah menggenjot penyaluran BLT Dana Desa dan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) agar lebih tepat sasaran.

Halim melaporkan, dana desa yang digunakan untuk menopang peningkatan daya beli dan peningkatan konsumsi ada dua yaitu BLT Dana Desa dan Padat Karya Tunai Desa (PKTD). "BLT Dana Desa menjadi supporting (pendukung) DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) sehingga keberadaannya hadir karena Covid-19," ucap Halim.

Dia memaparkan, sasaran utama KPM adalah keluarga yang terdampak Covid-19, kehilangan mata pencaharian, belum termasuk dalam DTKS, dan memiliki anggota keluarga yang berpenyakit kronis menahun.

Sedangkan PKTD sasarannya adalah keluarga setengah penganggur, kelompok miskin dan kelompok marjinal lainnya seperti difabel dan Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) yang tahun kemarin jumlah mencapai 2,4 juta jiwa. Halim pun mengingatkan jika Dana Desa itu bersumber dari APBN yang fokus ke penanganan Covid-19.

"Dana desa juga difokuskan ke Desa Lawan Covid-19 yang berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 yang hidupkan lagi Pos Gerbang Desa dan ruang-ruang isolasi desa," ucap Halim.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN