Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kebakaran hutan. Foto ilustrasi: beritasatu.com

Kebakaran hutan. Foto ilustrasi: beritasatu.com

BMKG: Titik Panas Masih Terdeteksi di Sejumlah Wilayah

Damiana Simanjuntak, Jumat, 13 September 2019 | 21:46 WIB

JAKARTA, investor.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis, titik panas masih terdeteksi di Sumatera, Kalimantan, Semenanjung Malaysia, Serawak, dan Sabah.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengimbau, agar masyarakat terus mewaspadai sebaran asap akibat dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Indonesia, khususnya Sumatera dan Kalimantan.

"Berdasarkan hasil pemantauan citra Satelit Himawari-8 dan analisis Geohotspot BMKG, akumulasi jumlah titik panas tanggal 12 September 2019 yang dirilis tanggal 13 September 2019 dengan frekuensi >1, di wilayah Sumatera terpantau 1.231 titik, di Kalimantan terpantau 1.865 titik, di Semenanjung Malaysia 412 titik, serta di Serawak-Sabah 216 titik panas. Mulai pagi ini terdeteksi asap ke Semenanjung Malaysia," kata Dwikorita dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Jumat malam (13/9).

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. Foto: twitter
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. Foto: twitter


Hasil pemantauan kondisi kualitas udara wilayah karhutla yang dilakukan BMKG, kata dia, titik pemantauan partikel pencemar udara ukuran 10 mikron (PM10) di wilayah Pekanbaru dalam kategori berbahaya, yang menyentuh angka hingga 404,71 µg/m3 pada jam 12 siang, Jumat (13/9/2019).

Sedangkan, di wilayah Pontianak Kalimantan Barat dikategorikan dalam kondisi sedang dengan besaran konsentrasi 95,89 µg/m3 pada saat yang sama.

"Pada tanggal 13 September 2019 jam 08.00 WIB mulai terdeteksi adanya sebaran asap yang memasuki wilayah Semenanjung Malaysia dan wilayah Serawak. Kondisi ini dimungkinkan karena adanya angin yang bertiup dari arah tenggara menuju ke Barat Laut. BMKG terus melakukan pemantauan sebaran asap setiap jam," kata Dwikorita.

Kepedulian seluruh lapisan masyarakat, ujar dia, sangat diperlukan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan. Karena potensi terjadinya titik panas dan asap diprediksi masih dapat berlangsung hingga pertengahan Oktober. Hal itu, lanjut dia, seiring dengan masih berlangsungnya periode musim kemarau di sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan.

"Karena itu, sejak bulan Juli 2019 hingga saat ini, BMKG terus memprediksi potensi kemudahan lahan terbakar, serta memonitor titik-titik panas dan sebaran asap. Hasil pantauan dan prediksi menjadi dasar untuk melakukan pencegahan dan penanganan karhutla di lapangan oleh BNPB, KLHK, dan Posko BPBD," kata Dwikorita.   

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN