Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Aktivitas pariwisata di kampung adat Wae Rebo, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Aktivitas pariwisata di kampung adat Wae Rebo, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

BPKP Awasi Implementasi Dana Hibah Pariwisata Rp 3,3 Triliun

Jumat, 30 Oktober 2020 | 19:03 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) akan melakukan pengawalan dan pengawasan terhadap dana hibah sebesar Rp 3,3 triliun yang diberikan oleh pemerintah supaya bisa tepat sasaran dan mampu membangkitkan sektor ekonomi di bidang pariwisata. Dana tersebut akan diberikan kepada daerah yang sektor pariwisatanya terdampak pandemi Covid-19.

"Kita (BPKP) siap melakukan pendampingan dan pengawasan implementasi dana hibah untuk sektor pariwisata supaya roda perekonomian di tempat-tempat wisata bisa kembali pulih," ucap Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh dalam pernyataan resmi yang diterima pada Jumat (30/10).

Adapun Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan menyalurkan dana hibah sebesar Rp 3,3 triliun bagi pemerintah daerah dan industri pariwisata, hotel dan restoran. Dana hibah disalurkan dengan tujuan untuk menggerakkan ekonomi khususnya di sektor pariwisata di daerah yang terkena dampak pandemi Covid-19.

Kriteria daerah yang mendapatkan dana hibah harus betul-betul dikerjakan secara cepat dan tepat. Mengingat rencana pencairan dana hibah akan dilakukan hingga Desember 2020 mendatang. "Bagi daerah yang mendapatkan dana hibah dari pemerintah pusat harus betul-betul dijelaskan kriterianya seperti apa, termasuk pengadaannya," ucap Ateh.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengungkapkan 101 daerah akan menerima dana hibah dari pemerintah. Dana tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan protokol kesehatan di destinasi wisata, hotel dan restoran. Program senilai Rp 3,3 triliun ini dalam rangka menekan dampak Covid-19 dan upaya menjaga keberlangsungan ekonomi khususnya pada sektor pariwisata.

"Dana Hibah Pariwisata merupakan bagian dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Bantuan ini membantu pemerintah daerah (pemda) serta industri hotel dan restoran yang sedang mengalami penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta gangguan finansial akibat pandemi Covid-19,” tutur Wishnutama.

Dana Hibah Pariwisata merupakan hibah dana tunai melalui mekanisme transfer ke daerah yang ditujukan kepada pemda serta usaha hotel dan restoran di 101 daerah kabupaten/kota berdasarkan beberapa kriteria. Seperti ibu kota provinsi yang berada di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) dan 5 Destinasi Super Prioritas (DSP), daerah yang termasuk 100 Calendar of Event (COE), destinasi branding, juga daerah dengan pendapatan dari Pajak Hotel dan Pajak Restoran (PHPR) minimal 15% dari total PAD Tahun Anggaran 2019.


 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN