Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Makanan dan minuman (mamin). Foto ilustrasi: IST

Makanan dan minuman (mamin). Foto ilustrasi: IST

BPOM Dorong Pengembangan Industri Pangan Olahan

Eva Fitriani, Senin, 4 November 2019 | 10:21 WIB

JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan dukungannya terhadap perkembangan industri pangan olahan di Tanah Air. Sebagai institusi pemerintah yang ditugasi untuk mengawasi peredaran produk makanan di Indonesia, BPOM akan memastikan industri pangan olahan di Indonesia berkembang dengan memberikan produk yang aman bagi konsumen.

"Beberapa tahun terakhir BPOM terus melakukan berbagai terobosan untuk mendorong pengembangan industri pangan olahan. Standar-standar dan kemudahan izin untuk ekspor telah diperbaiki dan layanan bersifat online, transparan, jadi tidak perlu lewat calo, bahkan lebih cepat," kata Kepala BPOM Penny K Lukito dalam keterangan resminya, Minggu (3/11).

Khusus untuk produk pangan olahan yang akan diekspor, lanjut dia, BPOM telah memberikan fasilitas berupa aplikasi SKE secara online, digital signature untuk percepatan mendapatkan dokumen SKE produk pangan, dan fasilitas Export Consultation Desk (ECD). "SKE yang berupa health certificate dan certificate of free sale ini merupakan surat keterangan yang digunakan untuk produk yang akan ekspor, dan yang menyatakan bahwa produk itu layak konsumsi dan telah bebas diperjualbelikan di Indonesia," jelas dia.

Penny menambahkan, langkah tersebut juga merupakan bagian dari upaya BPOM untuk mendukung terciptanya investasi yang mendukung iklim ease of doing business, efisiensi penilaian di pre-market, dan peningkatan efektivitas pengawasan di post-market, baik melalui deregulasi, simplifikasi proses registrasi, sertifikasi fasilitas hingga pembinaan dan pendampingan kepada perusahaan, termasuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) pangan.

BPOM, kata dia, juga terus gencar melakukan pembinaan pelaku usaha pangan dengan melakukan pendampingan intensif dan sosialisasi keamanan pangan sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan UMKM. "Saat ini BPOM telah melakukan pembinaan terhadap puluhan ribu UMKM pangan secara nasional," ungkap Penny.

Penny mengatakan, BPOM juga telah bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) untuk meningkatkan daya saing UMKM melalui Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) mengenai pemenuhan persyaratan keamanan dan mutu pangan. Kegiatan KIE terkait ekspor juga dilakukan oleh BPOM dan Direktorat Jenderal Bea Cukai utk para pelaku usaha, disamping kerja sama dalam hal penyusunan regulasi dan koordinasi pelaksanaan kegiatan perizinan pengeluaran barang guna memberikan kemudahan ekspor bagi pelaku usaha.

"Ke depan BPOM terus memperkuat kerja sama dengan beberapa pemangku kepentingan terkait nasional untuk mendukung daya saing coklat Indonesia ke pasar internasional termasuk dengan Kadin dan Direktorat Jenderal Bea Cukai," tegas dia.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN