Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Susu kental manis. Foto ilustrasi: dream.co.id

Susu kental manis. Foto ilustrasi: dream.co.id

BPOM Minta Industri Kental Manis Ubah Label Kemasan

Senin, 26 April 2021 | 18:12 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyurati semua produsen dan importir/distributor produk kental manis dan krimer kental manis sehubungan dengan berakhirnya tenggat waktu mereka untuk melaksanakan Peraturan Badan POM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan pada 19 April 2021.

Dalam surat tertanggal 30 Maret 2021 itu, BPOM meminta industri kental manis untuk segera melakukan pengajuan pendaftaran variasi atau perubahan desain label untuk menyesuaikan dengan ketentuan yang sesuai dengan Peraturan BPOM.

“Kami sudah meminta industri SKM untuk melakukan perubahan label. Sebagian besar mereka sudah mengajukan perubahan variasi dan mencantumkan label peringatan pada kemasan,” ujar Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM Rita Endang dalam keterangan pers diterima, Senin (26/4).

Jadi, kata Rita, saat ini BPOM sedang dalam proses menegakkan Peraturan Badan POM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan. Pihaknya pun akan menindaklanjuti untuk mengawasi kemasan SKM yang tidak mencantumkan label peringatan agar seminimal mungkin ada di peredaran. Dalam Pasal 54 ayat (1) Peraturan Badan POM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan yang mengatur tentang pelabelan susu kental manis dan krimer kental manis disebutkan, pada label produk susu kental dan analognya wajib dicantumkan peringatan berupa tulisan “Perhatikan!”, tulisan "Tidak untuk menggantikan Air Susu Ibu", tulisan “Tidak Cocok untuk Bayi sampai usia 12 bulan”, dan tulisan “Tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya sumber gizi”.

Kemudian pada ayat (2) disebutkan label peringatan itu harus dicantumkan dengan tulisan berwarna merah di dalam kotak persegi panjang berwarna merah di atas dasar putih. Sementara dalam Pasal 67 Peraturan BPOM itu, industri kental manis dilarang membuat pernyataan/visualisasi yang menggambarkan bahwa susu kental dan analognya disajikan sebagai hidangan tunggal berupa minuman susu dan sebagai satu-satunya sumber gizi.

Larangan pernyataan/visualisasi itu juga termasuk menampilkan anak di bawah usia 5 tahun pada susu kental dan analognya. Peringatan juga tidak boleh mengaburkan nama produk, daftar komposisi, berat bersih, halal, tanggal dan kode produksi, keterangan kadaluarsa, nomor izin edar, dan asal usul bahan pangan tertentu.

Yayasan Abhipraya Insan Cendekia (YAICI) bersama mitranya PP Aisyiyah adalah salah satu lembaga yang sangat gigih untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa kental itu bukan susu dan tidak baik diberikan kepada bayi dan balita. Mereka bahkan melakukan survei di sejumlah kota di Indonesia dengan temuan bahwa sebagian besar persepsi masyarakat dan keputusan-keputusan orang tua memberi asupan gizi untuk anak akibat iklan produk kental manis di televisi.

Seperti diketahui, kental manis mengandung gula 2 kali lipat lebih banyak daripada susu sapi biasa. Sementara itu, kandungan nutrisi yang dibutuhkan anak untuk tumbuh kembangnya, seperti protein, kalsium, vitamin D, kalium, dan vitamin B12, jumlahnya jauh lebih rendah.

 

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN