Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Penny K Lukito. Foto: IST

Penny K Lukito. Foto: IST

BPOM Tingkatkan Pengawasan di Wilayah Perbatasan

Jumat, 21 Juni 2019 | 09:12 WIB
EPA

JAKARTA, investor.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berupaya meningkatkan pengawasan obat dan makanan di wilayah perbatasan Indonesia. Wilayah ini menjadi perhatian khusus BPOM, mengingat daerah perbatasan negara berpotensi menjadi pintu masuk produk ilegal yang tidak terjamin keamanan, khasiat/manfaat, dan mutunya.

“Hal ini merupakan salah satu wujud nyata kehadiran Pemerintah melalui BPOM, dalam mendukung Program Nawacita Kabinet Kerja untuk membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Kepala BPOM Penny K Lukito dalam keterangan resminya, Kamis (20/6).

Penny mengingatkan, BPOM mempunyai peran strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia melalui pengawasan keamanan, khasiat/manfaat, dan mutu obat, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik, dan pangan olahan di seluruh wilayah Indonesia termasuk wilayah perbatasan.

“Dan untuk meningkatkan pengawasan obat di perbatasan wilayah timur Indonesia, BPOM melakukan penguatan kemitraan dengan pemangku kepentingan terkait, termasuk kerja sama dengan mitra negara tetangga yaitu Papua Nugini,” ujar dia.

Dengan menggandeng para pemangku kebijakan dari berbagai lintas sektor baik dari dalam dan luar negeri, kata dia, BPOM berupaya meningkatkan pengamanan produk obat di wilayah perbatasan Indonesia- Papua Nugini. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan kerja sama wilayah Timur di perbatasan Indonesia – Papua Nugini yang dirangkai dalam program Kerja Sama Selatan-Selatan (KSS) BPOM untuk Papua Nugini.

Melalui program ini, terang Penny, BPOM melakukan eksplorasi potensi kerja sama dan kemitraan di bidang pengawasan dan peningkatan daya saing produk obat. BPOM juga melakukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia BPOM di wilayah Indonesia Timur dan perbatasan melalui workshop teknis diplomasi, keprotokolan, serta etika pergaulan internasional yang diikuti Kepala Balai Besar/Balai POM dan Kantor BPOM di wilayah timur.

Dia melanjutkan, BPOM juga menggandeng otoritas regulator obat Papua Nugini. “Sebagai salah satu mitra strategis Indonesia di Kawasan Pasifik, kualitas kesehatan masyarakat Papua Nugini menjadi aspek penting yang tidak luput dari perhatian Pemerintah Indonesia. Melalui kegiatan KSS, BPOM ingin berkontribusi dalam memperkuat sistem pengawasan obat di Papua Nugini melalui bantuan pengembangan kapasitas pengawasan obat bagi regulator Papua Nugini,” ungkap Penny.

Selain itu, mengingat kebutuhan masyarakat Papua Nugini terhadap produk obat cukup tinggi khususnya di Vanimo, BPOM mendorong industri farmasi Indonesia untuk dapat menciptakan dan memanfaatkan peluang untuk menyediakan obat yang aman, berkhasiat, bermutu, serta terjangkau bagi masyarakat Papua Nugini khususnya di Vanimo yang berbatasan langsung dengan Indonesia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN