Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Paket alat suntik dan vaksin Covid-19 buatan Oxford - AstraZeneca Covid-19diperlihatkan di pusat vaksinasi yang baru dibuka di bekas Bandara Tegel Berlin, Jerman, pada 10 Februari 2021. ( Foto: Kay Nietfeld / POOL / AFP)

Paket alat suntik dan vaksin Covid-19 buatan Oxford - AstraZeneca Covid-19diperlihatkan di pusat vaksinasi yang baru dibuka di bekas Bandara Tegel Berlin, Jerman, pada 10 Februari 2021. ( Foto: Kay Nietfeld / POOL / AFP)

BPOM Tinjau Keamanan Vaksin Astrazeneca di Bio Farma

Selasa, 9 Maret 2021 | 14:23 WIB
Maria Fatima Bona

JAKARTA, investor.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan meninjau keamanan vaksin Astrazeneca di PT Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, pada Selasa (9/3).

Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan, tinjauan fisik itu dilakukan sebagai syarat untuk menerbitkan sertifikat pelulusan produk (lot release) bagi vaksin Astrazeneca.

“Hari ini, 9 Maret 2021, BPOM akan melanjutkan pemeriksaan fisik ke PT Bio Farma  sekaligus melakukan sampling dari vaksin untuk menerbitkan sertifikat lot release,” kata Penny dalam konferensi pers  tentang Penerbitan Emergency Use Authorization Vaksin AstraZeneca secara daring, Selasa (9/3).

Penny mengungkapkan, adanya sertifikat lot release ini untuk memastikan aspek mutu dari vaksin Astrazeneca. Hal yang sama juga telah dilakukan vaksin Covid-19 sebelumnya.

Setelah mengeluarkan izin darurat atau Emergency Use Authorization (EUA), BPOM melakukan proses pelulusan produk atau lot release. Setelah diberikan pelulusan produk, maka vaksin tersebut siap untuk digunakan dalam program vaksinasi.

Adapun tinjauan untuk sampling dan pemeriksaan fisik vaksin oleh tim dari  BPOM dilakukan dengan pengecekan suhu penyimpanan, kesesuaian bets, tanggal kedaluwarsa, dan sebagainya.

Terkait suhu penyimpanan, Penny mengatakan, vaksin Astrazeneca ini harus disimpan di suhu 2-8 derajat Celcius.

Oleh karena itu, lanjut Penny, BPOM berkomitmen untuk terus mengawal mutu vaksin sepanjang jalur distribusinya. Mulai keluar dari industri farmasi hingga disampaikan kepada masyarakat melalui vaksinasi.

Dalam hal ini, Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPOM terus mengawal dan melakukan pendampingan kepada Dinas Kesehatan dalam pengiriman dan penyimpanan vaksin agar tetap sesuai dengan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB).

BPOM juga berkoordinasi dengan berbagai lintas sektor, yaitu Kementerian Kesehatan serta Komite Nasional dan Komite Daerah Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas dan Komda PP KIPI) dalam mengawal keamanan vaksin.

“Dalam rangka pengawasan vaksin, BPOM akan terus  berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, komite nasional dan komite daerah pengkajian penanggulangan kejadian ikutan pasca imunisasi  Komnas dan Komda KIPI,” kata Penny.

Pada 8 Maret 2021, Indonesia menerima kedatangan Covid-19 dari jenis Astrazeneca. Jumlah vaksin yang diterima pada tahap awal ini adalah sebanyak 1.113.600 dosis vaksin dan langsung dikirim untuk disimpan di Gudang PT Bio Farma di Bandung.

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN