Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi ekspor dan impor. (Foto: Antara)

Ilustrasi ekspor dan impor. (Foto: Antara)

BPS: Ekspor Melesat 19,74% pada Kuartal II-2022

Jumat, 5 Agustus 2022 | 11:19 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor pada kuartal II-2022 melesat sebesar 19,74% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy). Peningkatan ini akibat pendapatan dari keuntungan tak terduga atau windfall kenaikan harga komoditas.

"Jadi karena harga komoditas internasionalnya bagus, Indonesia mendapatkan keuntungan," ujar Kepala BPS Margo Yuwono dalam pengumuman Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2022 yang dipantau secara daring di Jakarta, Jumat (5/8/2022).

Secara rinci pertumbuhan signifikan ekspor tersebut berasal dari ekspor barang yang tumbuh 18,03% pada kuartal II-2022 (yoy) dan ekspor jasa yang melonjak 60,02% (yoy).

Baca juga: Pengamat: Ekonomi Kuartal II Tumbuh 5,44%, Buktikan Resiliensi RI

Ia menuturkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara melonjak seiring dengan kebijakan kemudahan keimigrasian khusus wisata, sehingga mendorong pertumbuhan ekspor jasa.

Sementara itu kenaikan harga komoditas unggulan ekspor Indonesia di pasar global mendorong lonjakan nilai ekspor barang, meski sempat tertahan saat periode diberlakukannya restriksi ekspor kelapa sawit (CPO) dan turunannya.

Selain kenaikan harga komoditas global, Margo menyebutkan ekonomi negara mitra dagang Indonesia tetap tumbuh pada kuartal kedua tahun ini, yang juga menjadi penyebab ekspor barang meningkat signifikan.

Baca juga: Melaju 5,44%, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2022

"Mulai dari Tiongkok yang tetap tumbuh 0,4% di kuartal II-2022 dimana ekspor kita ke sana mencapai 21,52 % porsinya, hingga ekonomi Amerika Serikat yang tumbuh 1,6% dimana porsi ekspor Indonesia ke sana cukup tinggi yaitu 9,89%," tambahnya.

Dengan kenaikan harga komoditas global dan mitra dagang yang masih tumbuh positif, ia mengungkapkan di kuartal II-2022 Indonesia mendapatkan windfall yang menyebabkan neraca perdagangan surplus sebesar US$ 15,5 miliar. 

Surplus tersebut meningkat 148,01% (yoy) dan naik 67,85% jika dibandingkan kuartal sebelumnya.

Di sisi lain, Margo mengatakan pertumbuhan ekspor yang signifikan tersebut membuat ekspor menjadi komponen dengan kenaikan tertinggi dalam pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) menurut pengeluaran.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : ANTARA

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com