Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala BPS Suhariyanto. Sumber: Humas BPS

Kepala BPS Suhariyanto. Sumber: Humas BPS

BPS: Impor September 2020 Capai US$ 11,57 Miliar

Kamis, 15 Oktober 2020 | 13:56 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto mengatakan nilai impor pada September 2020 mencapai US$ 11,57 miliar.  Jumlah impor ini mengalami peningkatan 7,71% dari Agustus 2020. Dimana posisi pada Agustus 2020 jumlha impor sebesar US$ 10,74 miliar.

Secara bulanan impor migas mengalami kenaikan 23,5% dari yang sebelumnya US$ 950 juta pada bulan Agustus menjadi US$ 1,17 miliar Impor non migas mengalami kenaikan sebesar 6,18%, dari yang sebelumnya US$ 9,79 miliar pada Agustus 2020 menjadi US$ 10,40 miliar.

“Tetapi jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019, pertumbuhan impor masih tumbuh negatif 18,88%. karena masih ada penurunan impor baik migas dan non migas,” ucap Suhariyanto dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (15/10).

Secara tahunan impor migas mengalami penurunan 26,31% dari US$ 1,59 miliar pada Sepember 2019 menjadi US$ 1,17 miliar pada September 2020.

Sedangkan impor non migas mengalami penurunan 17,94% dari US$ 12,67 miliar pada September 2020 menjadi US$ 10,40 miliar pada  September 2020. Menurut  penggunaan barang, impor barang konsumsi mengalmai penurunan  baik secara tahunan maupun bulanan. Secara tahunan terjadi penurunan sebesar 20,38%. Sedangkan bila dibanding Agustus 2020 terjadi penurunan sebesar 6,12%.

“Karena adanya penurunan impor raw sugar in solid form dari Thailand dan buah longan yang diimpor dari Thailand. Hal ini menyebabkan  impor  barang konsumsi kita tumbuh negatif,” ucapnya.

Impor bahan baku mengalami pertumbuhan positif 7,23% secara bulanan. Meskipun secara tahunan masih terjadi pertumbuhan negatif sebesar 18,96%. Impor bahan baku yang cukup dominan meningkat di antaranya impor gandum dari Ukraina, dan raw sugar of other cane sugar dari Thailand. Sementara itu secara bulanan impor barang modal pada September naik tinggi 19,01%. Walaupun secara tahunan masih terjadi kontraksi 17,72%.

“Tentu kita harap, kenaikan impor bahan baku dan barang modal akan berpengaruh positif kepada geliat industri dalam negeri dan juga pengaruh ke komponen investasi dalam pertumbuhan ekonomi,” tutur Suhariyanto.

Secara kumulatif nilai impor seluruh golongan penggunaan barang selama Januari–September 2020 turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan terjadi pada golongan barang konsumsi sebesar 9,36%, bahan baku/penolong sebeasr 8,86%, dan barang modal  sebesar 19,83%.

“Dimana impor ktia didominasi mesin dan peralatan mekanis, mesin dan perlengkapan elektrik,” tutur Suhariyanto. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN