Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala BPS Suhariyanto. Sumber: Humas BPS

Kepala BPS Suhariyanto. Sumber: Humas BPS

BPS: Inflasi Oktober 0,07%

Senin, 2 November 2020 | 12:40 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Oktober 2020 mencapai 0,07%. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Oktober) 2020 sebesar 0,95% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Oktober 2020 terhadap Oktober 2019) sebesar 1,44%.

Inflasi disebabkan oleh kenaikan kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau. Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 0,29% dan memberikan andil ke inflasi 0,07%.       

“Penyebab utama inflasi pada bulan Oktober ini adalah adanya kenaikan harga cabai merah, bawang merah, dan minyak goreng,” ucap Kepala BPS Kecuk Suhariyanto dalam konferensi pers secara virtual, Senin (2/11).

Ia mengatakan cabai merah memberikan andil inflasi sebesar 0,09%. Kenaikan harga cabai merah terjadi di 82 kota. Dengan kenaikan tertinggi terjadi di Bulukumba sebesar 85% kemudian disusul di Padang Sidempuan dan Tegal masing-masing sebesar 76%.  Bawang merah yang memberikan andil inflasi sebesar 0,02%. Kenaikan harga bawang merah terjadi di 70 kota,  kenaikan tertinggi terjadi di Lhokseumawe sebesar 33%. Sedangkan kelompok minyak goreng sebesar 0,09%.

“Dalam kelompok ini terjadi  penurunan harga di beberapa komoditas yaitu  telur ayam ras yang memberikan andil kepada deflasi sebesar 0,02% kemudian daging ayam ras dan beberapa jenis buah-buahan yang masing-masing memberikan andil kepada deflasi sebesar 0,01%,” ucapnya.

Kelompok penyediaan makanan dan makanan dan minuman atau restoran terjadi inflasi sebesar 0,19% dan andilnya kepada inflasi adalah 0,02%. Komoditas yang dominan memberikan andil kepada inflasi pada kelompok ini adalah kenaikan harga nasi dengan lauk sehingga andilnya kepada inflasi adalah sebesar 0,01%.

Komponen inti pada Oktober 2020 mengalami inflasi sebesar 0,04%. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari– Oktober) 2020 sebesar 1,5% dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Oktober 2020 terhadap Oktober 2019) sebesar 1,74%.

Dari 90 kota yang didata ada 66 kota mengalami inflasi dan 24 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1,04% dan terendah terjadi di DKI Jakarta, Cirebon, Bekasi, dan Jember masing-masing sebesar 0,01%  Sementara deflasi tertinggi terjadi di Manokwari sebesar 1,81% dan terendah terjadi di Surabaya sebesar 0,02%.

“Deflasi tertinggi terjadi di Manokwari penyebab utamanya adalah turunnya tarif angkutan udara yang memberikan andil sebesar minus 0,8%,” ucap Suhariyanto.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN