Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Deputi Bidang StatistikDistribusi dan Jasa BPS, Setianto

Deputi Bidang StatistikDistribusi dan Jasa BPS, Setianto

BPS: Inflasi Tahun 2020 sebesar 1,68% Jadi Inflasi Terendah

Senin, 4 Januari 2021 | 14:54 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Setianto mengatakan, inflasi sepanjang tahun 2020 mencapai 1,68%. Angka ini terendah sejak BPS mulai mendata inflasi di tahun 1966.

“Inflasi sebesar 1,68% ini merupakan angka inflasi tahunan terendah sejak BPS merilis angka inflasi,” ucap Setianto dalam konferensi pers secara virtual, Senin (4/1).

Setianto mengatakan bila dibandingkan sampai dengan 2014, inflasi pada tahun 2020 ini berada dalam angka rendah. Pada tahun 2014 inflasi sebesar 8,3%, kemudian menurun menjadi 3,35% pada 2015. Tahun 2016 sebesar 3,02%, dan 2017 sebesar 3,61%.Tahun 2018 tingkat inflasi mencapai 3,13% dan 2019 inflasi tercatat sebesar 2,72%.

Dalam inflasi tahun 2020, bila dilihat menurut kelompok pengeluaran, kelompok makanan dan minuman memberikan andil terbesar sebesar 0,91%. Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 3,63%. Kelompok yang memberikan andil terbesar kedua yaitu komponen kesehatan sebesar 0,07%, kelompok tersebut mengalami inflasi sebsar 2,79%. Berikutnya adalah komponen perumahan, air,  listrik dan bahan bakar rumah tangga yang mengalami inflasi 0,35% dan memberikan andil ke inflasi keseluruhan sebesar 0,07%.

Sementara itu jika dilihat menurut komponennya, andil terbesar diberikan oleh inflasi inti sebesar 1,05%. Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 1,6%. Diikuti oleh komponen harga bergejolak yang mengalami inflasi sebesar 0,59% dan memberikan andil sebesar 0,59%.

Kalau kita lihat inflasi tahunan 2020 bahwa untuk inflasi dengan andil sebesar 1,05% inflasinya adalah sebesar 1,60%.  Kedua adalah yang bergejolak dengan 0,59% dan inflasinya ini tertinggi dari tiga komponen penting diatur pemerintah dan berkala yaitu sebesar 3,62%.

Komponen harga bergejolak terbagi lagi dalam dua kelompok yaitu komponen energi yang mengalami deflasi sebesar -0,9% dan kelompok bahan makanan yang menglami inflasi sebesar 3,48%. Komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi 0,25% dan memberikan andil sebesar 0,04%.

Setianto mengatakan bila melihat perkembangan inflasi inti dari Januari sampai dengan Desember peningkatan mulai terjadi dari bulan Oktober sampai dengan Desember. Pada bulan Oktober inflasi inti sebesar 0,04% meningkat jadi 0,06% pada bulan November. Namun turun menjadi 0,05% pada bulan Desember. Mengenai pengaruh kenaikan inflasi inti ini ke daya beli masyarakat, Setianto mengatakan bahwa hal tersebut harus dilihat dengan indikator lainnya.

“Apakah pasti menunjukkan daya beli membaik perlu dilengkapi dengan tingkat konsumsi rumah tangga kemudian geliat permintaan di pasar namun. Secara umum kita berharap  daya beli masyarakat akan terus membaik di masa yang akan datang,” ucap Setianto.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN