Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala BPS Suhariyanto. Foto: Humas BPS

Kepala BPS Suhariyanto. Foto: Humas BPS

BPS: Neraca Perdagangan Februari 2021 Surplus US$ 2 Miliar

Senin, 15 Maret 2021 | 12:28 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan mengalami surplus US$ 2  miliar pada Februari 2020. Posisi ekspor mencapai US$ 15,27 miliar sedangkan impor mencapai US$ 13,26 miliar.   

Ekspor mengalami penurunan 0,19% dari bulan sebelumnya dan namun tumbuh 8,56% dari periode yang sama tahun 2020. Sedangkan impor pada bulan Februari turun 0,49% dibandingkan Januari 2021 atau naik 14,86% dibandingkan Februari 2020.

“Kalau kita gabungkan nilai ekspor impor ini  maka neraca perdagangan Indonesia kembali mengalami surplus sebesar US$ 2 miliar pada Februari 2021 ini,” ucap Kepala BPS Kecuk Suhariyanto dalam telekonferensi pers pada Senin (15/3).

Suhariyanto mengatakan secara year on year pertumbuhan ekspor menggembirakan sebab naik hingga 8,56%. Kenaikan ekspor terjadi di sektor  sektor pertanian, industri, maupun tambang. Kenaikan ekspor pada komoditas pertanian mencapai 13 %, untuk barang industri sebesar  9% dan komoditas tambang mencapai 7,53%.

Nilai Impor mengalami  kenaikan pada Februari 2021 yang sebesar 14,86% dibandingkan Februari 2020. Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari– Februari 2021 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada barang konsumsi US$348,5 juta (15,24%), bahan baku/penolong US$363,5 juta (1,87%), dan barang modal US$65,2 juta (1,6%).

Bila dilihat secara kumulatif neraca perdagangan  dari Januari ke Febaruri 2021 surplus 3,96 miliar.  Angka ini lebih tinggi dari posisi surplus 2020 yang sebesar US$ 1,88 juta.

Menurut Suhariyanto hal ini menunjukkan performa ekspor yang menjjikan karena naiknya permintaan dari berbagai negara serta didukung kenaikan berbagai harga komoditas.

“Tentunya kita harapkan bahwa performa ekspor kedepan makin bagus. Impor bahan baku juga bergeliat sehingga surplus kita ke depan juga semakin bagus,” ucap Kepala BPS.

Suhariyanto mengatakan selama bulan Januari neraca perdagangan mengalami surplus dengan beberapa negara. Pertama surplus dengan Amerika Serikat sebesar US$ 1,2 miliar. Dimana posisi ekpor mencapai US$ 1,8 miliar dan impor US$ 599,6  juta. Kedua yaitu dengan Filipina dimana ekspor sebesar US$   603,4 juta dan impor sebesar US$  153,4   juta  sehingga surplus US$ 450 juta Ketiga yaitu dengan  India dimana terjadi surplus sebesar US$  341,1 juta dengan posisi ekspor sebesar  US$ 724,6  juta dan impor US$ 341,1 juta.

Defisit terbesar terjadi dengan Tiongkok sebesar adalah sebesar US$ 968,5  juta posisi impor mencapai US$ 3,9 miliar sedangkan ekspor hanya US$ 2,9 miliar. Berikutnya yaitu Indonesia defisit  dengan Australia sebesar US$ 391,2  juta , nilai ekspor mencapai US$ 228,9 juta dan impor sebesar  US$ 620,1 juta. Ketiga yaitu dengan  Brasil yang mengalami defisit  US$ 216,3 juta dimana posisi  ekspor sebesar US$ 98,7 juta dan impor sebesar US$ 315 juta.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN