Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala BPS Suhariyanto. Foto: Humas BPS

Kepala BPS Suhariyanto. Foto: Humas BPS

BPS: Neraca Perdagangan Maret Surplus US$ 1,57 Miliar

Kamis, 15 April 2021 | 12:37 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus US$ 1,57 miliar pada Maret 2021. Posisi ekspor mencapai US$ 18,35 miliar sedangkan impor mencapai US$ 16,79 miliar. Ekspor mengalami kenaikan 20,31% dari bulan sebelumnya dan tumbuh 30,47% dari periode yang sama tahun 2020. 

Sedangkan impor pada bulan Maret naik 26,55% dibandingkan Februari atau naik 25,73% dibandingkan Maret 2020.

“Indikator ekspor impor ini menunjukkan bahwa manufaktur dan investasi mulai bergerak. Tentunya semua berharap bahwa pada tahun 2021 ini ekonomi Indonesia akan pulih.Kita lihat bahwa program vaksinasi mulai berjalan lancar tetapi kita semua tetap harus patuh pada protokol kesehatan,” ucap Kepala BPS Kecuk Suhariyanto dalam telekonferensi pers, Kamis  (15/4).

Bila dilihat secara kumulatif neraca perdagangan  dari Januari ke Maret 2021 surplus US$ 5,5 miliar.  Angka ini lebih tinggi dari posisi surplus 2020 yang sebesar US$ 2,59 miliar.

Suhariyanto mengatakan berdasarkan sektor dan penggunaan barang performa ekspor impor pada bulan Maret tahun 2021 ini sangat impresif. Ekspornya meningkat  karena kenaikan dari sektor migas (5,28%) pertanian (27,06%), industri pengolahan (22,27%), maupun sektor tambang (13,68%).   Impor meningkat karena adanya kenaikan impor baik untuk barang konsumsi (15,51%), bahan baku/penolong (31,1%) maupun barang modal (11,85%).

“Perkembangan ekspor dan impor sangat bagus, tentunya kami berharap performa pada bulan Maret ini bisa diulang pada bulan-bulan berikutnya,” ucap Suhariyanto.

Suhariyanto mengatakan selama bulan Maret neraca perdagangan mengalami surplus dengan beberapa negara. Pertama surplus dengan Amerika Serikat sebesar US$ 1,3 miliar. Dimana posisi ekspor mencapai US$ 2 miliar dan impor US$ 729,9  juta. Kedua yaitu dengan Filipina dimana ekspor sebesar US$  699,9 juta dan impor sebesar US$  592,1   juta  sehingga surplus US$  107,8 juta Ketiga yaitu dengan  India dimana terjadi surplus sebesar US$  740,8 juta dengan posisi ekspor sebesar  US$ 1,2 triliun dan impor US$ 502,4 juta.

Defisit terbesar terjadi dengan Australia sebesar adalah sebesar US$ 529,3  juta posisi impor mencapai US$ 745,1 juta sedangkan ekspor hanya US$ 215,8 juta.

Berikutnya yaitu Indonesia defisit  dengan Korea Selatan sebesar US$ 503,5  juta , nilai ekspor mencapai US$ 546,8 juta dan impor sebesar  US$ 1,05 triliun. Ketiga yaitu dengan Thailand yang mengalami defisit US$ 281,1 juta dimana posisi  ekspor sebesar US$ 510,8 juta dan impor sebesar US$ 791,9 juta.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN