Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto

BPS: Neraca Perdagangan Oktober 2020 Surplus US$ 3,61 Miliar

Senin, 16 November 2020 | 12:54 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan mengalami surplus sebesar US$  3,61 miliar.  Nilai ekspor Indonesia Oktober 2020 mencapai US$14,39 miliar. Sementara itu nilai impor Indonesia pada Oktober 2020 mencapai US$ 10,78 miliar.

“Kalau melihat septmber lalu surplus neraca perdagangan hanya US$  2,93 miliar adi ada peningkatan cukup tajam,” ucap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto dalam konferensi pers secara virtual di kantornya, Senin (16/11).

Ia mengatakan bila dilihat menurut jenis barang terjadi peningkatan pada sektor non migas. Neraca perdagangan non migas mengalami surplus sebesar US$ 4 miliar. Sementara sektor migas mengalami defisit US$ 450,1 juta. Defisit terjadi karena minyak mentah dan hasil minyak yang masing-masing mengalami defisit US$ 131,2 juta dan US$ 543,2 juta. Sedangkan neraca gas mengalami surplus US$ 224,3 juta

Pada bulan Oktober ini Indonesia mengalami surplus dengan beberapa negara. Pertama yaitu  Amerika Serikat yaitu sebesar  US$ 1,029,1 miliar. Ekspor ke Amerika mencapai  US$ 1,6 triliun sedangkan impor sebesar US$ 609 juta.  Kedua yaitu Filipina surplus sebesar US$  570,8 juta. Dengan nilai ekspor dan impor masing masing sebesar  US$ 614,7 juta dan US$ 43,9 juta. Ketiga yaitu sebesr US$  546,1 juta dengan nilai ekpsor sebesar US$ 874,4 juta dan impor sebesar US$ 570,8 juta.

Sementara itu neraca perdagangan mengalami defisit dengan beberapa negara. Pertama dengan  Australia defisit sebesar US$  178,4 juta. Ekspor dan impor ke Australia masing masing sebesar US$ 198,2 juta dan US$  376,6 juta.Kedua yaitu dengan Ukraina yaitu sebesar US$ 158,1 juta dengan nilai ekspor sebesar US$ 27,2 juta dan impor US$ 185,3 juta. Ketiga yaitu dengan Hong Kong defisit sebesar US$ 92,2 juta dengan ekspor sebesar US$ 105,2 juta dan impor sebesar US$ 197,4 juta.

Ia mengatakan secara kumulatif neraca perdagangan dari Januari sampai Oktober berada pada kondisi surplus sebesar US$ 17,07 miliar. Posisi ini lebih baik dari posisi Januari sampai Oktober 2019 sebab saat itu neraca perdagangan secara kumulatif mengalami defisit sebesar US$ 2,12 miliar.  Pada periode Januari sampai Oktober 2018 neraca perdagangan mengalami defisit lebih dalam lagi yaitu US$ 8,7 miliar.

“Kalau kita bandingkan Januari sampai Oktober 2018 dan 2019 maka di tahun 2020 ini mengalami peningkatan dengan dua tahun sebelumnya yang mengalami defisit,” ucapnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN