Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala BPS Suhariyanto. Sumber: Humas BPS

Kepala BPS Suhariyanto. Sumber: Humas BPS

SURPLUS SETAHUN 2020 CAPAI US$ 21,74 M

BPS: Neraca Perdagangan RI Surplus US$ 2,1 M pada Desember 2020

Jumat, 15 Januari 2021 | 10:41 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2020 mengalami surplus US$ 2,1 miliar. Ini terjadi setelah pada periode tersebut nilai ekspor mencapai US$ 16,54 miliar, sedangkan impor mencapai US$ 14,4 miliar.

Nilai Ekspor Desember 2020 mengalami peningkatan 8,39% dari bulan sebelumnya dan tumbuh 14,63% dari periode yang sama 2019. Sedangkan impor pada Desember 2020 meningkat 14,63% dari bulan sebelumnya dan mengalami penurunan 0,47% dari periode Desember 2019.

“Penyebab utama surplus US$ 2,1 miliar ini kalau dilihat komoditas yang menyumbang surplus besar adalah lemak dan minyak hewan nabati, bahan bakar minyak, serta besi dan baja,” ucap Kepala BPS Kecuk Suhariyanto dalam konferensi pers secara virtual di kantornya pada Jumat (15/1).

Bila dilihat secara kumulatif selama 2020, nilai ekspor sebesar US$ 163,3 miliar dan impor US$ impor 141,5 miliar. Sehingga, selama 2020 nilai neraca perdagangan Indonesia surplus US$ 21,74 miliar. “Total ekspor selama 2020 negatif 2,61%, tetapi impor kita mengalami kontraksi jauh lebih dalam, 17,34%,” ucap Suhariyanto.

Ia mengatakan, selama Desember neraca perdagangan mengalami surplus dengan beberapa negara. Pertama, surplus dengan Amerika Serikat sebesar US$ 1,23 miliar dengan posisi ekspor mencapai US$ 1,8 miliar dan impor US$ 640 juta. Kedua yaitu dengan India dimana ekspor sebesar US$  1,2 miliar dan impor sebesar US$ 352 juta sehingga surplus US$ 866,3 juta

“Ketiga yaitu dengan Filipina dimana terjadi surplus sebesar US$ 468,9 juta dengan posisi ekspor sebesar US$ 568 juta dan impor US$ 99,8 juta,” ucap Suhariyanto.

Defisit terbesar terjadi dengan Tiongkok yaitu mencapai US$ 1,1 miliar. Defisit perdagangan dengan Tiongkok terjadi karena ada peningkatan impor dari Tiongkok. Posisi impor mencapai US$ 4,4 miliar, sedangkan ekspor hanya US$ 3,3 miliar. Berikutnya yaitu Indonesia defisit dengan Australia sebesar US$ 260,2 juta dan Brasil US$ 203,3 juta. (ark)

 

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN