Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala BPS Suhariyanto. Sumber: Humas BPS

Kepala BPS Suhariyanto. Sumber: Humas BPS

BPS: Pertumbuhan Penduduk Usia Produktif dalam Tren Positif

Jumat, 22 Januari 2021 | 04:45 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Hasil sensus penduduk tahun 2020 menunjukkan terjadinya kenaikan penduduk usia produktif. Proporsi penduduk usia muda yaitu 0 sampai 14 tahun mengalami penurunan dari 44,12% pada tahun 1971 menjadi 23,33% pada tahun 2020. Dalam periode yang sama, penduduk usia kerja 15 sampai 64 tahun meningkat dari 53,39% menjadi 70,72%.

“Dari hasil sensus penduduk 2010 kita sudah menyusun proyeksi penduduk tahun 2015 sampai tahun 2045 dan dari sanalah kita mengetahui bahwa bonus demografi mulai terbuka pada tahun 2012 dan tertutup pada tahun 2036. Dengan catatan puncak kondisi demografi akan terjadi pada tahun 2021,” ucap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto dalam acara Rilis Bersama Data Sensus Penduduk 2020 dan Data Administrasi Kependudukan 2020, Kamis (21/1).

Peningkatan juga terjadi pada proporsi penduduk usia lanjut di atas 65 tahun yang naik dari 2,49% menjadi 5,95%. Lebih lanjut Suhariyanto mengatakan peningkatan persentase penduduk berusia lanjut ini dapat diinterpretasikan sebagai hasil perbaikan kesehatan masyarakat, peningkatan gizi, dan perbaikan dan pola hidup yang selama ini dilaksanakan secara baik, oleh pemerintah maupun swasta.

“Dengan menggunakan pengelompokan umur ini kita juga bisa menghitung rasio ketergantungan untuk melihat bonus demografi,” ujarnya.

Bila dilihat dari struktur umur, penduduk Indonesia didominasi oleh milenial dan generasi Z.  Persentase penduduk generasi Z yaitu yang berusia 8 sampai dengan 23 tahun mencapai 27,94%. Diikuti penduduk dalam kelompok milenial yang berusia 24 sampai 39 tahun mencapai 25,87%

“Dengan pengklasifikasian ini kita bisa melihat bahwa saat ini penduduk Indonesia didominasi oleh generasi Z  disusul generasi milenial dan juga generasi X,“ucap Suhariyanto.

Kelompok yang berikutnya kelompok generasi x adalah penduduk berusia 40 sampai 55 tahun yang jumlahnya mencapai 21,88%. Persentase kelompok baby boomer yaitu penduduk yang berusia 56 sampai 74 tahuh mencapai 11,56% Sedangkan kelompok post gen z  atau yang berusia sampai dengan 7 tahun persentasenya sebesar 10,88%. Kelompok yang persentasenya paling kecil yaitu sebesar 1,87% adalah kelompok pre boomer yang berusia 75 tahun.

“Pengklasifikasian ini menjadi penting karena setiap generasi mempunyai karakteristik dan sifat yang berbeda-beda,” ucap Suhariyanto.

Dari hasil sensus penduduk menunjukkan jumlah penduduk laki-laki di Indonesia sebanyak 136,66 juta orang, atau 50,58% dari penduduk Indonesia. Sementara, jumlah penduduk perempuan di Indonesia sebanyak 133,54 juta orang, atau 49,42%. Sehingga rasio jenis kelamin (sex ratio) penduduk Indonesia adalah sebesar 102, yang artinya terdapat 102 laki-laki untuk setiap 100 perempuan di Indonesia pada 2020.

“Jika dibandingkan dengan sensus sebelumnya sex ratio Indonesia meningkat dari waktu ke waktu dari 97 di tahun 1971 menjadi 102 di tahun 2020,” ucap Suhariyanto.

Pada tingkat provinsi sex ratio secara umum selaras dengan sex ratio pada tingkat nasional. Di mana penduduk laki-laki lebih banyak dari penduduk perempuan yang ditunjukkan dengan sex ratio di atas 100. Pada tahun 2020 dua provinsi dengan sex ratio tertinggi ada di Provinsi Papua  dan Kalimantan Utara masing masing sebesar 114  dan 112.

“Ada dua provinsi yang penduduk perempuannya lebih banyak daripada penduduk laki-laki atau sex ratio nya kurang dari 100 yaitu Yogyakarta dan Sulawesi Selatan. Masing masing sebesar 98 dan 99,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Turro  Selrits Wongkaren mengatakan dengan jumlah penduduk sebanyak 271 juta jiwa maka Indonesia tetap berada pada peringkat 4 negara berpenduduk terbanyak di dunia. Menurutnya hal ini sejalan dengan proyeksi penduduk yang telah dibuat oleh berbagai pihak yaitu BPS, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan, United Nations Population Fund (UNFPA)

“Menurut berbagai proyeksi itu, saat ini kita tidak hanya berada di dalam periode bonus demografi, tetapi sedang di masa puncak periode bonus demografi,” ucap Turro saat dihubungi pada Kamis (21/1).

Turro mengatakan dari proeyksi yang dilakukan diperkirakan jumlah penduduk Indonesia tahun 2045 akan mencapai 319 juta orang. Ia mengatakan saat ini Indonesia  sedang menghadapi dua permasalahan yaitu banyaknya penduduk usia produktif dan kondisi pandemi Covid-19.

“Tanpa Covid pun kita sudah menghadapi tekanan di pasar kerja yang cukup kuat untuk menciptakan pekerjaan agar mereka yang berusia produktif bisa bekerja,” ucapnya.

Sedangkan dari sisi penawaran (supply) idealnya untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM)  berkualitas harus dilakukan dalam jangka panjang. SDM yang baik dipersiakan sejak  masa kandungan, sampai mereka masuk usia produktif di umur 15 tahun.

“Artinya, persiapan SDM berkualitas di tahun 2020 harusnya sudah dimulai sejak 2005. Dalam jangka pendek mungkin upaya melalui training seperti yang dilakukan oleh pemerintah melalui program kartu prakerja sudah tepat,” ucap Turro. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN