Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala BPS, Suhariyanto

Kepala BPS, Suhariyanto

EKONOMI KUARTAL I-2021 KONTRAKSI 0,74%

BPS: Tren Pemulihan Ekonomi Berlanjut

Rabu, 5 Mei 2021 | 12:55 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2021 minus 0,74%. Meskipun masih berada pada zona negatif, namun angka ini sudah meningkat dari posisi beberapa kuartal sebelumnya.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, pertumbuhan ekonomi kuartal I-2021 secara tahunan masih mengalami kontraksi 0,74% tetapi jauh lebih baik dibandingkan kuartal-kuartal sebelumnya. Sehingga, hal ini menunjukkan tren pemulihan ekonomi berjalan seperti yang diharapkan.

“Dengan catatan program vaksinasi berjalan lancar, masyarakat tetap patuh pada protokol kesehatan, sehingga kasus Covid-19 terkendali dan dapat meningkatkan keyakinan dunia usaha dan masyarakat,” ucap Suhariyanto dalam telekonferensi pers di kantor BPS, Jakarta, Rabu (5/5).

Pada kuartal II-2020 pertumbuhan ekonomi terkontraksi 5,32% lalu kuartal III terkontraksi 3,49%, dan pada kuartal IV 2020 kontraksi 2,19%. Dengan posisi pertumbuhan ekonomi yang sudah membaik pada kuartal I-2021 ini, tren positif diharpakan bisa berlanjut.

“Dengan memperhatikan indikator yang terus membaik sampai April 2021 dan memperhatikan low based effect dimana pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2020 yang lalu adalah -5,32%, kita berharap ekonomi pada kuartal II-2021 akan menyentuh zona positif,” ucap Suhariyanto.

Dari sisi produksi, lapangan usaha transportasi dan pergudangan mengalami kontraksi pertumbuhan terdalam sebesar 13,12%. Sementara itu, dari sisi pengeluaran komponen pengeluaran konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (PK-LNPRT) menjadi komponen dengan kontraksi terdalam sebesar 4,53%.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2021 terhadap kuartal sebelumnya mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,96% (qtq). Dari sisi produksi, kontraksi pertumbuhan terdalam terjadi pada lapangan usaha jasa pendidikan sebesar 13,04%. Dari sisi pengeluaran, komponen pengeluaran konsumsi pemerintah (PK-P) mengalami kontraksi pertumbuhan terdalam sebesar 43,35%.

“Proses pemulihan ekonomi akan berbeda antara provinsi, sektor, dan subsektor,” ucap Suhariyanto.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN