Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menghadiri Upacara Wisuda Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Sabtu 1 Februari 2020. Bahlil menyampaikan Pidato Sambutan peran BKPM, salah satunya Penerbitan Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja dengan sumber cipta lapangan kerja yakni pengaturan di Investasi, Kemudahan dan Perlindungan UMKM, Proyek Pemerintah. Foto: BeritaSatu Photo / Emral Firdiansyah

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menghadiri Upacara Wisuda Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Sabtu 1 Februari 2020. Bahlil menyampaikan Pidato Sambutan peran BKPM, salah satunya Penerbitan Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja dengan sumber cipta lapangan kerja yakni pengaturan di Investasi, Kemudahan dan Perlindungan UMKM, Proyek Pemerintah. Foto: BeritaSatu Photo / Emral Firdiansyah

Brexit Tak Berdampak Signifikan terhadap Realisasi Investasi Inggris ke RI

Triyan Pangastuti, Sabtu, 1 Februari 2020 | 23:09 WIB

DEPOK, investor.id - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia optimistis keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) tidak berdampak signifikan terhadap realisasi investasi Inggris ke Indonesia, sebab realisasi investasi Inggris ke Indonesia porsinya kecil.

Meski begitu, ia akan memanfaatkan momentum untuk menarik investasi lebih banyak, dengan bertandang ke Inggris bulan depan.

Menurut Bahlil, realisasi investasi Eropa ke Indonesia terbesar diduduki oleh Negara Belanda.

"Pada tahun 2019 realisasi investasi Eropa yang paling besar itu Belanda. Karena apa? Dari semua Eropa pertumbuhan ekonomi yang agak sedikit baik itu Belanda. Sebab Inggris, Jerman itu menurun dari target pertumbuhan ekonomi di tahun 2019," ujar Bahlil di Gedung Balairung UI, Depok, Sabtu (1/2/2020).

Bahlil masih enggan menyebut potensi investasi yang akan masuk dari keluarnya Inggris dari Uni Eropa. “Kalau ditanya berapa besar dampak Brexit sudah resmi keluar kemudian realisasi pertumbuhan nanti saya sampaikan di bulan Februari akhir atau Maret. Sekarang lagi kita ukur nih," tegas Bahlil.

Meksi nilai investasi Inggris ke Indonesia tidak besar, selama ini Ingris dijadikan hub bagi Eropa.

Adapun realisasi investasi periode Triwulan IV (Oktober-Desember) 2019 sebesar Rp 208,3 triliun, meningkat 12 % dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018.

Dengan capaian tersebut, maka total realisasi investasi sepanjang tahun 2019 (Januari-Desember) yaitu sebesar Rp 809,6 triliun, atau 102,2% dari target realisasi investasi tahun 2019 sebesar Rp 792 triliun.

Sementara itu, realisasi investasi Inggris ke Indonesa sepanjang tahun 2019 berada di posisi 20 dengan nilai investasi US$ 142,1 juta dengan pembangunan proyek 757.

Untuk Belanda di posisi kelima dengan nilai investasi US$ 2596,8 juta dengan pembangunan 1.345 proyek.

Sudah di-price in

Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan isu Brexit, sudah di-priced in karena sudah lama prosesnya. Hanya saja jika dalam pembahasannya hard Brexit berarti seluruh hal yang berhubungan dengan negosiasi antara UK dengan Europe akan menjadi sesuatu. Sehingga juga patut diwaspadai.

"Kita tentu harus waspada dalam artian bahwa kedua-duanya kalau bersikeras berarti ada suatu agreement yang tidak menguntungkan kedua belah pihak," jelasnya pekan lalu.

Menurut dia, isu Brexit ini dalam jangka pendek tidak memiliki pengaruh, namun dalam jangka panjang juga perlu diperhatikan untuk Eropa dengan Inggris di dalam melakukan agreement. Sehingga pemisahan itu tetap bisa menjaga kepentingan kedua pihak, dalam artian dia akan tetap bisa menjaga kepentingan ekonomi kedua pihak.

Sebagai informasi pada 31 Januari 2020 pukul 23.00 GMT, Inggris telah resmi meninggalkan Uni Eropa. Setelah itu, masa transisi pun akan segera diberlakukan selama 11 bulan.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN