Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mangrove. Foto ilustrasi: lestari-indonesia.org

Mangrove. Foto ilustrasi: lestari-indonesia.org

BRGM akan Percepat Rehabilitasi 600 Ribu Ha Mangrove

Jumat, 25 Desember 2020 | 15:24 WIB
Tri Listiyarini

Jakarta, investor.id–Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) memiliki fungsi mempercepat implementasi rehabilitasi kawasan mangrove seluas 600 ribu hektare (ha), selain berfungsi merestorasi gambut. Perluasan fungsi BRG menjadi BRGM menandakan komitmen pemerintah dalam mempercepat implementasi rehabilitasi kawasan mangrove yang kritis yang tersebar di sejumlah wilayah di Tanah Air.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menyambut baik pelantikan Hartono sebagai Kepala BRGM oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Rabu (23/12), setelah pelantikan menteri dan wakil menteri. “Saya bersyukur dan mengucapkan selamat atas pelantikan saudara Hartono yang sudah sangat paham sepak terjang BRG selama ini dan tata kelola dan tata kerja BRGM serta kolaborasinya bersama kementerian atau lembaga lain. Beliau juga cukup mumpuni dalam kerja interaksi dengan lembaga-lembaga internasional. Jadi saya cukup optimis menyambut beliau memimpin BRGM,” kata Siti, kemarin.

Dalam keterangan KLHK disebutkan, pelantikan Hartono sebagai Kepala BRGM sesuai Keppres No 78/M Tahun 2020 tentang Pengangkatan Kepala BRGM. Hartono sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris BRG dan juga Plt Deputi Bidang Konstruksi, Operasi dan Pemeliharaan BRG. Hartono mengawali karirnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Kehutanan yang sekarang KLHK dengan jabatan terakhir Direktur Kawasan Konservasi pada Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE). Hartono juga pernah menjabat sebagai Setditjen KSDAE dan Kepala Balai Taman Nasional Alas Purwo di Jawa Timur.

BRG adalah lembaga nonstruktural yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden yang dibentuk pada 6 Januari 2016 melalui Perpres No 1 Tahun 2016 tentang BRG. BRG bekerja secara khusus, sistematis, terarah, terpadu dan menyeluruh untuk mempercepat pemulihan dan pengembalian fungsi hidrologis gambut yang rusak terutama akibat kebakaran dan pengeringan. Kini BRG, selain tetap melakukan restorasi pada kawasan gambut, diperluas tugasnya oleh presiden untuk juga melakukan rehabilitasi mangrove di kawasan hutan dan di luar kawasan hutan yang terdegrasi atau kritis.

Dengan nama lembaga baru yakni BRGM diharapkan dapat menjadikan kawasan gambut dan mangrove di Indonesia menjadi lebih baik. BRGM ke depan, fungsinya adalah untuk percepatan implementasi rehabilitasi gambut, ditambah dengan kerja implementasi rehabilitasi kawasan mangrove yang kritis dengan target seluas 600 ribu ha di sembilan provinsi prioritas yaitu Sumatera Utara, Bangka Belitung, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua, dan Papua Barat.

Perpanjangan fungsi dari BRG menjadi BRGM menandakan komitmen pemerintah dalam percepatan inplementasi rehabilitasi kawasan Mangrove yang kritis. Menteri Siti menaruh harapan yang besar akan kerja kolaboratif KLHK dan BRGM ke depan sesuai dengan kebijakan, standar, dan ketentuan perundangan-undangan. “Saya memimpikan kerja lapangan bersama antara KLHK, BRGM, tentunya juga dengan partisipasi pemerintah daerah, UPT terkait, dan masyarakat, kita satu arah vektor pencapaian tujuan sesuai arahan presiden, sehingga hasilnya akan produktif dan jelas untuk kemajuan bangsa dan negara melalu kerja-kerja lapangan," terang Menteri Siti.

 

Editor : Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN