Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Nota kesepahaman kedua BUMN tersebut ditandatangani Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah dan Direktur Utama BRI, Sunarso disaksikan langsung oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo di Gedung BRI, Jakarta, Kamis (30/7/2020).

Nota kesepahaman kedua BUMN tersebut ditandatangani Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah dan Direktur Utama BRI, Sunarso disaksikan langsung oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo di Gedung BRI, Jakarta, Kamis (30/7/2020).

BRI Ajak 48 Ribu Pedagang Pasar Tradisional Jualan Daring

Kamis, 30 Juli 2020 | 17:22 WIB
Nasori

JAKARTA, investor.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengajak hampir 48 ribu pedagang pasar tradisional seluruh Indonesia terdaftar dalam aplikasi web pasar untuk berjualan dalam jaringan (daring). Aplikasi ini diluncurkan pada Mei 2020 untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional.

“Ini merupakan pusat pertumbuhan dalam ekosistem pasar,” kata Direktur Utama BRI Sunarso dalam diskusi daring "Realisasi Pemanfaatan Anggaran untuk Kredit Perbankan" di Jakarta, Kamis (30/7).

Hingga 27 Juli 2020, lanjut dia, sudah ada 4.300 laman pasar di seluruh Indonesia dan diprediksi akan terus bertambah hingga akhir tahun ini.

Bank BUMN ini akan lebih gencar melakukan edukasi kepada pelaku usaha ultra mikro tersebut karena potensi yang besar mengingat di Tanah Air terdapat 14 ribu pasar tradisional dengan jumlah pedagang sekitar 2,5 juta pedagang.

Dia menjelaskan dengan aplikasi web pasar itu diharapkan mendorong geliat perekonomian masyarakat pada masa pandemi Covid-19 sehingga pada akhirnya mendongkrak ekonomi pulih lebih cepat.

Selain mengurangi jarak fisik antara pedagang dan pembeli di pasar tradisional, web pasar juga mendorong sistem pembayaran digital atau nontunai, sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi kurir.

Dalam mekanismenya, pedagang akan diberikan aplikasi web pasar dalam penawaran barang. Apabila terjadi transaksi, maka barang akan diantar oleh kurir sekaligus menerima pembayaran menggunakan barkode cepat atau QR code melalui ponsel pembeli dan kurir.

Apabila tidak memiliki QR code, bank BUMN ini membekali kurir dengan mesin pemrosesan pembayaran atau EDC sehingga pembeli dapat mendebetkan saldonya di mesin pembayaran tersebut.

Namun, jika tidak ada EDC atau QR code, maka pembayaran tunai masih bisa dilakukan.

Sunarso menuturkan, web pasar merupakan salah satu upaya dalam melakukan pengembangan nasabah baik nasabah UMKM yang ingin dinaikkan kelasnya hingga menyasar ekosistem pasar, digital dan desa.

 

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN