Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Direktur PT BSI Adi Adriansjah Sjoekri (kanan) dan Direktur PT BSI Cahyono Seto usai menerima penghargaan dari KLHK atas serah terima Lahan Kompensasi BSI, Senin (21/9/2020). Foto: Istimewa

Presiden Direktur PT BSI Adi Adriansjah Sjoekri (kanan) dan Direktur PT BSI Cahyono Seto usai menerima penghargaan dari KLHK atas serah terima Lahan Kompensasi BSI, Senin (21/9/2020). Foto: Istimewa

BSI Serahkan Lahan Kompensasi 100,32 Ha di Bondowoso ke KLHK

Senin, 21 September 2020 | 23:12 WIB
Amrozi Amenan (ros_amrozi@yahoo.com)

BONDOWOSO, investor.id - Anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk di bidang pertambangan emas, PT Bumi Suksesindo (BSI), menyerahkan lahan kompensasi (lakom) seluas 100,32 hektare di Bondowoso, Jawa Timur, kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Penyerahan Lakom di Bondowoso itu dilakukan secara virtual oleh Direktur BSI, Cahyono Seto, kepada Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar, di Jakarta, Senin (21/9/2020).

Cahyono Seto menjelaskan, lakom merupakan lahan yang harus diserahkan oleh pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dalam wujud yang clear and clean dan sudah direboisasi. Untuk provinsi seperti Jawa Timur yang luas kawasan hutannya kurang dari 30% dari luas daratan provinsi tersebut, maka merupakan kewajiban pemegang IPPKH untuk menyediakan dan menyerahkan lakom minimal dua kali lipat dari luas kawasan hutan yang dipakai.

Sebagai anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk, BSI yang mengoperasikan tambang emas di Banyuwangi, Jawa Timur memegang IPPKH seluas 992 hektare.

Berdasarkan aturan, BSI wajib menyediakan dan meyerahkan lakom seluas 1.984 hektare. Total luas lakom yang PT BSI akan serahkan adalah 2.038 hektare, atau 54 hektare lebih luas dari yang diwajibkan.

Hasil penanaman reboisasi pada lahan kompensasi PT Bumi Suksesindo di Bondowoso, Jawa Timur. Foto: Istimewa
Hasil penanaman reboisasi pada lahan kompensasi PT Bumi Suksesindo di Bondowoso, Jawa Timur. Foto: Istimewa

Penyerahan hari ini adalah tahap pertama dari kewajiban BSI atas lakom seluas 653 hektare di Bondowoso dan 1.385 hektare di Sukabumi. Untuk serah terima lakom Sukabumi, BSI berencana melakukannya sebelum akhir tahun ini.

“Kami bangga bisa berkontribusi untuk perluasan kawasan hutan Indonesia, khususnya Pulau Jawa. Kami juga menjadi perusahaan pertama yang berhasil melaksanakan serah terima lahan kompensasi dengan mengacu ke standar kepatuhan yang ditetapkan pemerintah di Pulau Jawa,” kata Cahyono.

Sebelum serah terima Lakom tersebut, Tim KLHK yang beranggotakan 12 orang sudah lebih dulu melakukan penilaian langsung di lahan kompensasi Bondowoso selama lima hari, pada 7-12 Juli 2020.

Di lapangan, tim penilai mengukur luas tanaman, menghitung jumlah dan jenis tanaman, serta menghitung persentase tumbuh tanaman. Penilaian berlangsung di tujuh wilayah, yakni Andungsari, Cangkring, Solor 1, Solor 2, Bandilan, Gentong, dan Plalangan. Hasilnya, persentase tumbuh tanaman mencapai 100%.Tanaman yang digunakan untuk reboisasi antara lain adalah sengon buto, jati, sonokeling, mahoni, kesambi, asam, pinus, mindi, gmelina, randu, salam, alpukat, durian, dan akasia.

“Hasil penanaman reboisasi pada lahan kompensasi PT Bumi Suksesindo seluas 100,32 hektare dapat diserahkan kepada Pengelola Kawasan Hutan untuk pengelolaan lebih lanjut,” tulis Tim KLHK dalam berita acara hasil penilaian.

Cahyono menambahkan, untuk lakom Bondowoso BSI melibatkan BPDAS HL Brantas Sampean, Dinas Kehutanan Jawa Timur, Perhutani Divisi Regional Jawa Timur, serta PT Tri Utama Prasada, PT Anugrah Semesta Abadi, dan PT Dwi Anugrah Wijaya Abadi sebagai pelaksana lapangan. BSI juga melibatkan peran aktif masyarakat setempat selama persiapan penanaman, pembuatan bibit tanaman, penanaman, pemeliharaan tanaman, serta Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan dengan membentuk kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA).

“Keikutsertaan mereka adalah salah satu kunci keberhasilan bersama ini. Kami melibatkan sekitar 500 kepala keluarga atau sekitar 1.000 orang dalam kegiatan reboisasi kawasan hutan di Bondowoso. Secara total, program ini telah memberikan manfaat ekonomi kepada sekitar 1.200 orang,” pungkas Cahyono.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN