Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
UKM BNI Ikut Crafina 2019

UKM BNI Ikut Crafina 2019

BSN Dorong UKM di Jatim Terapkan SNI

Oleh Amrozi Amenan, Sabtu, 18 Januari 2020 | 11:30 WIB

PASURUAN, investor.id - Badan Standardisasi Nasional (BSN) terus mendorong para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Jawa Timur (Jatim) menerapkan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) untuk meningkatkan daya saing produk, baik di pasar domestik maupun pasar ekspor.

Upaya itu dilakukan dengan menggelar sosialisasi kepada 50 UKM di Jatim bertema “Manfaat Standardisasi untuk Pemastian Mutu/ Keamanan Produk dan Daya Saing Industri/ UMKM” di Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC), Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (17/1/2020).

Kepala BSN Bambang Prasetya mengatakan kegiatan sosialisasi tersebut merupakan upaya BSN guna mendukung pemberdayaan UKM di Jatim. Standardisasi untuk mutu dan keamanan produk diperlukan oleh UKM di Jatim untuk meningkatkan daya saing mereka baik di dalam maupun luar negeri. Jumlah mereka mencapai jutaan, sehingga pemerintah dan semua pihak harus hadir untuk mendukung para pelaku UKM menerapkan standardisasi.

"Kita terus berupaya menciptakan role model penerapan SNI yang banyak pihak perlu diajari," kata Bambang.

Menurut dia, saat ini banyak pihak yang sudah melakukan pendampingan UKM. Baik itu dari Kementrian sampai CSR berbagai perusahaan. "Semua kelompok yang mendampingi itu harus menggiring UKM untuk memiliki SNI, biar pemasaran mereka lebih luas," jelasnya.

Makanya, lanjutnya, apa yang sudah dilakukan SETC ini sudah bagus. Mereka membina UKM sampai ke tingkat pemasarannya. "Tinggal nambahin saja di ujung, apakah perlu di-SNI. Sehingga UKM lebih maju," ucapnya.

Ditambahkan Bambang, Jatim sebagai salah satu provinsi di Indonesia dengan jumlah UKM yang sangat besar berpotensi menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi. Jatim juga kerap kali mempromosikan komoditi UKM unggulannya seperti industri makanan dan minuman, tekstil dan alas kaki.

Pada awal tahun 2019, tercatat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur sebesar Rp2.189,78 triliun. “Potensi UKM yang ada saat ini dapat ditingkatkan lagi dengan standardisasi untuk dapat memperluas pasar dan mendapatkan kepercayaan konsumen,” tandas Bambang.

Bambang menuturkan standardisasi bertujuan untuk melindungi masyarakat konsumen, tetapi jauh lebih penting adalah bagaimana mendukung iklim usaha yang kondusif dan peningkatan daya saing antar pelaku usaha.

“Peran BSN adalah sebagai lembaga yang mendukung proses pembangunan di Indonesia baik dalam konteks pembangunan fisik, pengelolaan sumber daya alam yang efisien, serta pembangunan manusia Indonesia yang berdaya saing tinggi lewat standardisasi,” ujarnya.

Saat ini, BSN secara proaktif hadir di tengah-tengah pelaku UKM untuk meningkatkan kesadaran mengenai iklim usaha yang saat ini sangat kompetitif.

"Kami memiliki banyak role model dari usaha kecil dan mikro yang didampingi BSN selama beberapa tahun sehingga sukses," kata Bambang.

Pihaknya pun berharap, melalui aktivitas di SETC ini, dapat memberikan gambaran secara jelas bagaimana standardisasi produk dapat berdampak terhadap peningkatan usaha para pelaku UKM. 

Selain itu, Bambang juga mengapresiasi Sampoerna dalam upayanya memajukan UKM. Menurutnya, lewat SETC, UKM sebagai pemegang peranan kunci dalam penciptaan lapangan kerja dapat turut mendorong pertumbuhan ekonomi. Untuk itu dibutuhkan kolaborasi antar berbagai pihak agar dapat mendorong UKM memiliki daya saing tinggi, memperbesar pasar, hingga upaya mengantongi sertifikasi seperti Standar Nasional Indonesia (SNI) dan izin Produksi Industri Rumah Tangga (P-IRT).

“Pertemuan di SETC diharapkan bisa menjadi langkah maju buat UKM. Apalagi dalam era industri 4.0 ini, standardisasi memainkan peran penting dalam mendukung perdagangan antar negara. Tidak hanya bagi perusahaan besar saja, para pelaku UKM pun dapat mewarnai kegiatan ekspor, termasuk UKM dari Jawa Timur,” pungkasnya.(ros)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA