Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
BTN meluncurkan fitur Graduated Payment Mortgage (GPM), inovasi terbaru dalam program KPR BP2BT (Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan)

BTN meluncurkan fitur Graduated Payment Mortgage (GPM), inovasi terbaru dalam program KPR BP2BT (Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan)

DUKUNG PROGRAM SEJUTA RUMAH

BTN Luncurkan Fitur Baru Graduated Payment Mortgage

Senin, 7 September 2020 | 10:20 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Dalam mendukung percepatan Program Sejuta Rumah (PSR), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, melakukan terobosan dan berinovasi untuk mendorong laju penyaluran KPR Subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Salah satu inovasi terbaru dalam program KPR BP2BT (Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan) adalah dengan meluncurkan fitur Graduated Payment Mortgage (GPM).

Direktur Utama Bank BTN, Pahala Nugraha Mansury mengatakan, apa yang menarik dari fitur GPM ini adalah suku bunga kredit yang diberikan fixed sebesar 10 % selama 3 tahun dengan perbedaan mencolok dengan KPR BP2BT yang lama yang belum dilengkapi fitur GPM, versi sebelumnya belum menggunakan sistem suku bunga berjenjang pada 3 tahun pertama kredit berjalan.

Adapun KPR BP2BT merupakan salah satu skema KPR Subsidi selain Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau FLPP dan Subsidi Selisih Bunga atau SSB.

BTN meluncurkan fitur Graduated Payment Mortgage (GPM), inovasi terbaru dalam program KPR BP2BT (Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan)
BTN meluncurkan fitur Graduated Payment Mortgage (GPM), inovasi terbaru dalam program KPR BP2BT (Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan)

“Kami harapkan dengan fitur GPM angsuran dapat lebih terjangkau sehingga masyarakat khususnya yang berpenghasilan rendah dapat lebih antusias menggunakan skema KPR BP2BT untuk dapat memiliki rumah impiannya,” ungkap Pahala, dalam siaran pers, di Jakarta, Minggu (6/9).

Untuk menggaet konsumen, BP2BT tak kalah menarik dengan skema FLPP maupun SSB. Karena dengan fitur baru, keringanan yang diperoleh masyarakat makin bertambah untuk mendapatkan rumah tapak maupun rumah susun yang diidamkan.

Pertama, uang muka atau down payment (DP) mulai dari 1 % dari harga jual rumah. Kedua, mendapatkan bantuan uang muka sebesar 45% dari harga rumah atau maksimal Rp 40 juta. Ketiga, jangka waktu kredit atau tenor hingga 20 tahun. Dan yang keempat, terbaru fitur GPM, suku bunga kredit hanya 10% untuk 3 tahun pertama dan suku bunga selanjutnya akan mengambang atau floating dengan tetap memperhatikan batas tertinggi yang ditetapkan Pemerintah.

Pahala mengatakan, inovasi tersebut menjadi strategi BTN untuk mempercepat penyaluran KPR subsidi selain menggunakan skema FLPP maupun SSB. Sebagai salah satu bank yang dipercaya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengemban tanggung jawab untuk menyalurkan KPR subsidi, sehingga BTN bukan sekadar bank penyalur, tapi bank yang berkomitmen mendorong pencapaian Program Sejuta Rumah (PSR).

“Dengan fitur GPM ini, kami menargetkan penyaluran KPR BP2BT hingga akhir tahun ini dapat menyentuh 3.000 unit, adapun sampai Agustus pencapaian kami baru sekitar 300 unit,” ujar Pahala.

Adapun untuk mendapatkan KPR BP2BT, masyarakat yang dapat mengajukan aplikasinya harus memenuhi syarat, yaitu belum pernah memiliki rumah, belum pernah mendapatkan bantuan perumahan dari Pemerintah, memiliki penghasilan sesuai dengan zonasi penghasilan yang ditetapkan Kementerian PUPR dengan kisaran Rp6,5 juta untuk rumah tapak dan Rp8,5juta untuk rumah susun (penghasilan joint income bagi yang sudah menikah), telah menabung di Bank selama 3 bulan dengan batasan minimal saldo pada saat pengajuan sebesar Rp 2 juta hingga 5 juta (tergantung besar penghasilan), memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP-El), memiliki Akta Nikah untuk pasangan suami istri, memiliki Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) orang pribadi, memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

“Pemohon juga harus memiliki dokumen yang lengkap, seperti keterangan penghasilan, keterangan usaha, dan bagi PNS, Polri atau TNI harus menyertakan surat penempatan terakhir,” kata Pahala.

Sebagai informasi, BP2BT merupakan penerapan Program National Affordable Housing Program – Program Perumahan Terjangkau (NAHP) dari Bank Dunia dimana Bank Dunia memberikan pinjaman pendanaan dukungan perumahan kepada Pemerintah yang merupakan salah satu bentuk aktualisasi dari Kerangka Kerja Kemitraan Negara Kelompok Bank Dunia di Indonesia.

Kementerian PUPR kemudian menyalurkan Bantuan tersebut melalui bank yang dipercaya, salah satunya bank BTN.

Adapun tahun ini, Kementerian PUPR menargetkan dapat menyalurkan BP2BT kepada sebanyak 67.000 rumah tangga MBR.

“Kami mengapresiasi Kementerian PUPR yang mendukung BTN dalam meracik fitur-fitur baru dalam skema BP2BT, dan BTN tetap akan mengembangkan inovasi produk KPR kami lainnya untuk memudahkan seluruh lapisan masyarakat untuk membeli rumah," tutup Pahala.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN