Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Joko Suranto, CEO Buana Kassiti Group

Joko Suranto, CEO Buana Kassiti Group

Buana Kassiti Incar Pertumbuhan 126%

Selasa, 9 Februari 2021 | 10:15 WIB
Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)

Jakarta, Investor.id – Buana Kassiti Group mengincar pertumbuhan penjualan sekitar 126% pada 2021. Pengembang properti itu mengandalkan hunian tapak sebagai basis utama pemasukan.

“Tahun 2020, kami masih bertumbuh di tengah pelemahan bisnis properti, yakni dari Rp 155 miliar menjadi Rp 165 miliar. Tahun ini, target penjualan kami Rp 374 miliar,” ujar Joko Suranto, chief executive officer (CEO) Buana Kassiti Group, kepada Investor Daily, baru-baru ini.

Dia melihat ada celah untuk menggenjot pertumbuhan penjualan pada 2021 dibandingkan 2020. Tahun lalu, pertumbuhan penjualan Buana Kassiti hanya sekitar 3%. “Pertumbuhan itu dari penjualan rumah tapak, terutama rumah bersubsidi,” paparnya.

Menurut Joko Suranto, optimisme yang dimiliki pihaknya terutama karena ada pendekatan baru dalam merangsek pasar. Dari sisi produksi rumah, tahun ini, Buana Kassiti membidik penjualan 2.000 unit. “Pendekatan baru lainnya, kami menerapkan penjualan secara block sale dengan korporasi swasta dan segmen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” jelas dia.

Untuk strategi block sale, tambah dia, Buana Kassiti mendekati sejumlah institusi. “Misal, untuk proyek kami di Cicalengka menyasar Universitas Padjajaran (Unpad), Institut Teknologi Bandung (ITB), Pegadaian, dan Polri. Dari skema block sale saja kami bisa menjual sekitar 1.400 unit,” tutur Joko Suranto.

Dia menambahkan, untuk proyek perumahan MBR di Cicalengka, pihaknya menggarap hunian di atas lahan seluas 15 hektare (ha). Lalu, Ciamis seluas 10 ha, Subang 5 ha, dan Banjar 10 ha. “Sehingga total target penjualan kami tahun 2021 sebanyak 2.000 unit,” ujarnya.

Sementara itu, Joko Suranto mengaku bahwa saat ini dibutuhkan kebijakan besar untuk menyatukan semua potensi di lini rumah subsidi. Saat ini, terdapat beberapa upaya pemerintah untuk mendorong masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memperoleh subsidi. Skema itu di antaranya adalah kredit pemilikan rumah (KPR) berskema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

“Butuh kebijakan besar untuk menyatukan semua potensi. Bahkan, butuh menteri tersendiri soal perumahan agar lebih fokus. Fungsinya untuk menyatukan lintas sektoral,” tutur dia.

Editor : Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN