Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dirut Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso. Foto: Beritasatu / Primus Dorimulu

Dirut Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso. Foto: Beritasatu / Primus Dorimulu

BULOG SEGERA EKSPOR BERAS

Budi Waseso: Oknum Pejabat Lindungi Mafia Pangan

Primus Dorimulu dan Damiana Simanjuntak, Rabu, 15 Mei 2019 | 08:16 WIB

JAKARTA -- Mafia pangan akan mati dengan sendirinya jika mereka tidak diberikan order oleh pemerintah, khususnya Kementerian Sosial yang selama ini harus menyediakan bantuan pangan nontunai (BPNT) dalam bentuk beras. Namun, ada oknum pejabat yang lebih senang berbisnis dengan mafia daripada dengan Bulog.

Bila beras BPNT sebanyak 150.000 ton per bulan disediakan oleh Bulog, mafia tak akan bisa hidup. Namun, faktanya, Bulog tidak mendapatkan kepercayaan untuk menyediakan beras BPNT yang mencapai 1,8 juta ton per tahun itu.

“Kalau memberikan kepercayaan kepada Bulog untuk memasok beras BPNT, para oknum pejabat tidak akan mendapat apa-apa,” kata Dirut Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso pada acara diskusi usai buka puasa bersama pemimpin redaksi di Kantor Bulog, Jakarta, Selasa (14/5).

Beras Bulog. Foto  IST
Beras Bulog. Foto IST

Dalam diskusi bertema “Menjaga Ketahanan Pangan 2018 dan Strategi 2019”, Budi Waseso yang acap dipanggil Buwas itu mengatakan, Bulog adalah lembaga pemerintah yang mestinya mendapatkan prioritas untuk memasok beras BPNT, Polri, TNI, dan PNS. Jika semua kebutuhan beras untuk instansi pemerintah dan lembaga negara disediakan oleh Bulog, mafia tak akan bisa bertahan hidup.

Dalam beberapa bulan per tama memimpin Bulog, kata Buwas, pihaknya sudah menangkap tiga mafia. Namun, agar tidak memicu kegaduhan, peristiwa itu tidak diumumkan kepada publik.

Baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id/

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN