Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meyambangi Kantor Pusat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Rabu (22/1) untuk menemui Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meyambangi Kantor Pusat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Rabu (22/1) untuk menemui Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Buka Kembali Komunikasi, Sri Mulyani Sambangi PBNU

Nasori, Jumat, 24 Januari 2020 | 22:44 WIB

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati akhirnya meyambangi Kantor Pusat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Rabu (22/1). Datang bersama beberapa eselon I Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Menkeu menemui langsung Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang didampingi sejumlah pengurus lain.

Kabar mengenai pertemuan itu diungkap oleh Sri Mulyani sendiri dalam posting-an di akun Facebook-nya hari ini, Jumat (24/1), yang dia beri judul Silaturahmi PBNU. Selain untuk menyampaikan salam hangat dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Kyai Said Aqil Siroj, menurut dia, silaturahmi ini juga untuk menyambung komunikasi yang sempat tersendat.

"Sekaligus 'sowan' untuk mendengar langsung pandangan, perhatian dan keprihatinan bahkan kritikan serta harapan dari PBNU mengenai kondisi sosial ekonomi, terutama menyangkut pemberdayaan masyarakat ekonomi kecil yang memang harus terus mendapat perhatian dan penguatan," tulis Sri Mulyani dalam akun media sosial (sosmed) itu.

Pada Desember tahun lalu, sempat terjadi ketersendatan komunikasi antara PBNU dengan Kementerian Keuangan. Dalam sebuah pidato di hadapan nahdliyin (sebutan untuk warga NU) Said Aqil menyatakan bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani belum memberikan kredit usaha sebesar Rp 1,5 triliun yang telah dijanjikan ke NU.

Sedangan pihak Kemenkeu mengaku telah menyalurkan kredit usaha sebesar Rp 211 miliar untuk UMKM yang berafiliasi dengan NU melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP). PIP adalah badan investasi yang mengelola anggaran Rp 1,5 triliun untuk UMKM.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj.

Menurut Sri Mulyani, sebagai pengelola keuangan negara dan bendahara negara, Kemenkeu wajib untuk selalu membuka pikiran dan pandangan dari semua pengelola dan pemangku kepentingan (stakeholders) di masyarakat agar dapat terus menyempurnakan kebijakan fiskal dan keuangan negaranya. Semua demi terciptanya kemakmuran masyarakat serta membangun keadilan sosial dan ekonomi bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Kami mendiskusikan program-program pemberdayaan masyarakat, dari mulai Kredit Usaha Rakyat, Kredit Ultra Mikro, dan dukungan pemerintah untuk pesantren dan madrasah, termasuk bea siswa santri, bantuan operasional madrasah, dan lain-lain," papar Sri Mulyani.

Khusus untuk program bantuan pengusaha sangat kecil Ultra Mikro (UMi), ia mengungkapkan, telah disalurkan bantuan untuk beberapa koperasi NU yang sudah besar dan bagus seperti Koperasi Sidogiri (Rp 81,9 miliar), Koperasi Nusa Umat Sejahtera (Rp 103,5 miliar), dan koperasi Nuansa Umat Jatim (Rp 51 miliar).

"Kami mendapat masukan dan saran yang bermanfaat mengenai bagaimana dapat menjangkau koperasi-koperasi NU yang belum sepenuhnya kuat dan berdaya dengan beban biaya yang adil. Masukan ini akan kami tindak lanjuti dengan meneruskan dan memperkuat kerja sama dengan LPNU (Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama)," pungkas Sri Mulyani.

 

Ditunggu-tunggu

Sementera itu, Said Aqil menyebutkan, kunjungan tersebut merupakan yang ia tunggu-tunggu mengingat adanya kemacetan komunikasi antara dua lembaga, Kemenkeu dan PBNU. “Ini yang kami tunggu-tunggu sudah agak lama karena sementara ada vakum, macet seakan-akan hilang komunikasi,” kata dia seperti dikutip laman resmi PBNU, www.nu.or.id.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj.

Pertemuan tersebut, kata Said Aqil, kembali menyambungkan komunikasi yang sempat terputus dengan satu frekuensi komitmen dan niat bersama untuk peduli terhadap kehidupan masyarakat kecil yang berada di bawah garis kemiskinan. “Sekarang alhamdulillah sudah nyambung lagi dan sama-sama punya komitmen punya niat peduli dengan masyarakat kecil,” lanjut dia.

Menurut Said Aqil, kepedulian itu ditunjukkan dengan upaya penekanan pembiayaan sehingga bunga yang dikeluarkan seminimal mungkin. Bahkan, kata dia, Menkeu juga berjanji akan menambah jumlah bantuan yang digelontorkan untuk program tersebut. “Kita sempurnakan. Kita bentuk tim dengan Kemenkeu. Langsung start. Insya Allah dengan bunga yang masuk akal. Betul-betul dijiwai dengan keberpihakan kepada rakyat kecil,” tandas dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA