Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi transaksi pelapak Bukalapak. (IST)

Ilustrasi transaksi pelapak Bukalapak. (IST)

Bukalapak Fokus Berdayakan 13,5 Juta UMKM

Selasa, 27 Juli 2021 | 13:38 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) terus mengenjot kemitraan dengan lebih banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang sebagian besar belum terhubung dengan platform digital. Mitra yang sudah digandeng mencapai 6,9 juta tahun lalu dan Bukalapak kini fokus untuk memberdayakan 13,5 juta UMKM luring dan daring melalui pemanfaatan teknologinya.

“Per akhir Desember 2020, jumlah mitra yang terdaftar sebanyak 6,9 juta. Pertumbuhan penjualan permitra setelah bergabung mencapai tiga kali lipat, berdasarkan estimasi internal perusahaan,” kata Presiden Direktur Bukalapak Rachmat Kaimuddin dalam paparan publik beberapa waktu lalu..

Melalui platform yang dibuat, Bukalapak membantu para pelaku UMKM untuk melek digital, mengingat penggunaan media digital sudah menjadi tuntutan bagi dunia usaha.

Di sisi lain, pasar online marketplace relatif masih kecil dibandingkan retail transaction.

“Bukalapak didirikan dengan niatan melayani dan memberdayakan UMKM lewat teknologi, dengan melihat retail transaction didominasi oleh ritel offline seperti warung-warung yang notabene masih ketinggalan dari sisi adopsi teknologi. Kita sadar model bisnis online marketplace sangat baik bagi masyarakat Indonesia, tapi masih didominasi orang-orang di kota besar. Di sisi lain, banyak pemain dari luar negeri yang agresif secara capital ,” ungkap Rachmat.

Selama 11 tahun beroperasi, lanjut dia, Bukalapak memiliki model bisnis yang terbukti sehat. Pada 2020, total processing value (TPV) perseroan mencapai Rp 85 triliun. Hingga 31 Desember 2020, jumlah pengguna yang terdaftar sebanyak 104,9 juta.

Dari TPV tersebut, sekitar 70% transaksi berasal dari kota-kota di luar wilayah tier 1.

”Di online transaction, 70% pembelian datang dari lima kota besar, antara lain Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan, di mana itu hanya mewakili 10% dari jumlah penduduk. Ini potensinya masih luar biasa dan belum semua UMKM dilayani dengan online marketplace,” ujarnya.

Kerja Sama dengan Pemerintah

Nilai valuasi perusahaan Unicorn dan Decacorn di Indonesia
Nilai valuasi perusahaan Unicorn dan Decacorn di Indonesia

Rachmat mengatakan, pemerintah juga terus menggandeng marketplace untuk mendorong partisipasi UMKM terhubung ke pasar digital.

Di tengah pandemi, UMKM yang mampu bertahan sebagian besar karena dapat memasarkan produknya secara online.

“Atas dasar itu, selain online marketplace, Bukalapak juga mendirikan Mitra Bukalapak. Berdasarkan riset Frost & Sullivan, Bukalapak merupakan platform e-commerce yang paling banyak memiliki jaringan mitra di Indonesia,” paparnya.

Ia menjelaskan, tahun lalu, sekitar 27% dari TPV Bukalapak berasal dari mitra. Bukalapak pun terus mengembangkan kemitraan ini.

Pendapatan Rp 1,35 Triliun

PT Bukalapak.com Tbk (BUKA).  (Foto: beritasatu photo)
PT Bukalapak.com Tbk (BUKA). (Foto: beritasatu photo)

Rachmat menjelaskan, Bukalapak tumbuh dengan performa finansial yang terus meningkat, strategi bisnis yang efektif, dan didukung potensi pasar yang besar. Dari 2018-2020, rata-rata tingkat pertumbuhan tahunan (compound annual growth rate/CAGR) pendapatan perseroan mencapai 115%. Pada 2020, pendapatan Bukalapak sebesar Rp 1,35 triliun.

“Tahun ini, Bukalapak terus berkembang menjadi perusaha an teknologi yang tidak hanya memberikan manfaat bagi UMKM secara online, tapi juga melalui platform dan layanan offline. Kami memiliki rekam jejak program online to offline (O2O) yang dikenal dengan nama Mi tra Bukalapak, yang telah ter bukti menunjukkan hasil yang tumbuh secara signifikan,” paparnya.

Pertumbuhan pendapatan Mitra Bukalapak dari 2018 hingga 2020 lebih dari 1.200%. Kerugian Bukalapak pun bisa dikurangi.

”Kami bukan hanya sebagai ‘Amazon’, tapi penyedia teknologibuat UMKM seperti Shopify di Amerika dan penyedia franchise, tapi bedanya tidak perlu sewa toko. Bukalapak relative bisa tumbuh dan berkembang. Beberapa tahun terakhir bisa tumbuh dari sisi transaksi, nilai pendapatan, dan mengurangi nilai kerugian. Dari 2019 ke 2020, bisa dikurangi lebih dari Rp 1 triliun kerugiannya dengan pertumbuhan yang lebih prima,” tutur Rachmat.

Sebelumnya, dalam keterangan tertulis, manajemen menyatakan Bukalapak merupakan perusahaan all commerce, dibandingkan sekedar platform e-commerce sehari-hari. Fokusnya jelas, yakni untuk memberdayakan 13,5 juta UMKM luring dan daring melalui pemanfaatan teknologi.

“Kami senang melihat pertumbuhan dan perubahan dari para pelapak dan mitra Bukalapak kami. Mayoritas dari mereka ialah para pelaku UMKM,” kata Rachmat. Banyak dari bisnis UMKM tersebut berupa kedai milik keluarga (warung), yang tersebar di mana saja di Indonesia.

Untuk setiap 50-100 rumah, seseorang atau satu keluarga akan membuka sebuah toko di rumah mereka dan menjual fast movingconsumer goods (FMCG) dasar, seperti air minum dalam kemasan, sabun, kopi, dan instant noodle.

Warung-warung tersebut semula menjadi tumpuan masyarakat, namun seiring ber kembangnya zaman telah ditinggalkan, sementara ekonomi lainnya tumbuh.

“Bekerja sama dengan Mitra Bukalapak, Bukalapak dapat membuat warung-warung mengejar ketertinggalan tersebut. Ini contohnya menawarkan layanan pengantaran next day FMCG, dan memungkinkan UMKM untuk mendapatkan akses kepada banyak produk dengan harga yang lebih murah,” imbuhnya.

Tambahan Pendapatan

Perkembangan ekonomi digital negara ASEAN
Perkembangan ekonomi digital negara ASEAN

Bukalapak juga menawarkan alat pembukuan untuk mendigitalkan bisnis para mitra, yang menghasilkan data yang akan membuat mereka creditworthy. Para mitra juga didorong untuk menjadi agen untuk produk digital, seperti pulsa, gym voucher, tiket pesawat, bus, kereta api, dan pembayaran digital, yang menyediakan pendapatan tambahan lain.

”Kami menyediakan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk bertransformasi dari yang hanya toko kelontong tradisional, menjadi toko kelontong yang memiliki banyak pilihan. Ini dari biro perjalanan hingga cabang bank dasar, bahkan agen logistik,” ujarnya.

Untuk lebih memacu perkembangan mitra UMKM, tahun ini pihaknya telah menyediakan 147 pelatihan daring yang menjangkau 12.665 pelapak aktif, termasuk 6.205 pelapak baru. Sekitar 50% dari peserta daring ini telah melaporkan peningkatan transaksi mereka, setelah mengikuti kursus daring yang disediakan.

Layanan Perbankan

Seorang pengguna layanan belanja di Bukalapak.com melakukan pembayaran di minimarket di Jakarta, beberapa waktu lalu. (BeritaSatu Photo)
Seorang pengguna layanan belanja di Bukalapak.com melakukan pembayaran di minimarket di Jakarta, beberapa waktu lalu. (BeritaSatu Photo)

Selain itu, Mitra Bukalapak dapat memberikan layanan perbankan kepada mereka yang tidak mempunyai rekening bank, serta meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia, di mana sekitar 50% penduduk Indonesia tidak memiliki rekening bank.

“Hanya sekitar 500 ribu cabang bank dan ATM di Indonesia, yang terkonsentrasi di kota-kota besar. Sedangkan Mitra Bukalapak memiliki lebih dari 7 juta titik yang tersebar di seluruh Indonesia,” ucapnya.

Solusi inklusi keuangan Bukalapak juga memungkinkan pekerja yang tinggal jauh dari keluarga untuk mengirim uang ke rumah, menggunakan jaringan para mitra. Para mitra tersebut bekerja dengan bank sebagai agen know your customer (KYC), yang memungkinkan masyarakat yang tidak memiliki rekening bank untuk membuka rekening bank digital dan mengakses kredit.

Sebagai mitra terpercaya di komunitasnya, mereka juga mampu mengedukasi nasabah untuk menabung demi masa depannya.

“Ke depan, perusahaan akan melanjutkan misi untuk memberdayakan, memperluas, dan mentransformasikan para UMKM, khususnya UMKM lokal. Bergabunglah bersama kami, dalam misi untuk membawa teknologi dan mengubah kehidupan jutaan UMKM di Indonesia dan sekitarnya,” ungkap Rachmat.

Raih Pernyataan Efektif

Rachmat Kaimuddin, CEO Bukalapak
Rachmat Kaimuddin, CEO Bukalapak

Terkait rencana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham Bukalapak, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan surat pernyataan efektif.

Dengan efektifnya pernyataan pendaftaran pada Senin (26/7) sore, maka perusahaan wajib tunduk pada peraturan pasar modal yang berlaku. Jalan Bukalapak untuk menjadi perusahaan startup teknologi unicorn pertama yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 6 Agustus 2021 pun akan terwujud.

Sementara itu, berdasarkan sumber yang tidak mau disebut kan namanya, Bukalapak telah menetapkan harga saham IPO di batas atas dari harga Rp 750-850 per saham.

Sebelumnya, berdasarkan tiga sumber Reuters yang mengetahui informasi ini, pesanan IPO Bukalapak mencapai lebih dari US$ 6 miliar atau Rp 87,6 triliun.

Padahal, Bukalapak hanya menargetkan dana IPO hingga US$ 1,5 miliar atau setara Rp 21,9 triliun pada aksi korporasinya itu.

Calon emiten yang akan tercatat dengan kode BUKA tersebut sudah menggelar book building sejak 9 Juli 2021 dan berakhir pada 19 Juli lalu. IPO oleh perusahaan e-commerce terbesar keempat di Indonesia ini turut didukung oleh investor pelat merah Singapura, yakni GIC, dan Microsoft.

Selain karena memiliki nilai jumbo, IPO Bukalapak juga dinilai menarik karena pasar e-commerce Indonesia senilai US$ 40 miliar diuntungkan dari permintaan yang didorong oleh kondisi pandemi ini. Sumber Bloomberg dan laporan The Edge Market juga menuliskan hal demikian.

Disebutkan, permintaan investor yang lebih kuat dari perkiraan dipastikan membuat Bukalapak bisa menyentuh target dana IPO US$ 1,5 miliar. IPO Bukalapak dinilai berhasil menarik minat investor institusi jangka panjang, domestik investor, dan sovereign wealth funds.

Sementara itu, Direktur Mandiri Sekuritas Theodora Manik menyatakan, animo nasabah Mandiri Sekuritas terhadap IPO Bukalapak sangat besar. Mandiri Sekuritas merupakan penjamin emisi efek (underwriter) itu.

“Ini terlihat dari naiknya jumlah nasabah investor ritel baru, seiring informasi bahwa Mandiri Sekuritas merupakan salah satu penjamin emisi efek dalam hajatan besar itu. Apalagi, Bukalapak merupakan perusahaan startup teknologi unicorn pertama yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Nasabah menyambut baik, tapi kami belum bisa membicarakan detailnya, karena book building baru selesai. Yang pasti, baik nasabah yang existing maupun nasabah baru yang berminat pada IPO, ini animonya tinggi,” ujarnya dalam paparan ki nerja Mandiri Sekuritas semester I-2021, Rabu (21/7). (en)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com