Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Beras Bulog. Foto  IST

Beras Bulog. Foto IST

Bulog Yakin Operasi Pasar Mampu Redam Harga Beras

Damiana Simanjuntak, Selasa, 2 Juli 2019 | 07:13 WIB

JAKARTA, investor.id – Perum Bulog meyakini kegiatan operasi pasar (OP) merupakan instrumen paling tepat untuk menstabilkan harga beras medium di pasaran. Harga beras medium biasanya mulai merangkak naik setelah Juni, sementara itu merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) harga beras medium pada Juni 2019 di tingkat penggilingan sudah naik 0,26% menjadi Rp 9.166 per kilogram (kg).

Bulog menargetkan bisa menyalurkan 1,40 juta ton beras medium ke pasaran melalui kegiatan OP hingga akhir 2019 dan per 1 Juli 2019 telah terealisasi 16,25% atau 227.609 ton.  

Bulog melakukan kegiatan OP melalui program ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga (KPSH). Sesuai hasil rapat koordinasi terbatas Kemenko Perekonomian pada Senin (24/6), Bulog mendapatkan mandat untuk memperpanjang kegiatan KPSH mulai 24 Juni 2019 hingga 31 Desember 2019.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan KPSH 2019 hanya berlaku pada 1 Januari hingga 31 Mei 2019. Seperti dilansir situs resmi Bulog, hingga 1 Juli 2019, realisasi serapan pasar untuk OP baru sebanyak 227.609 ton atau 16,25% dari target OP Bulog yang dibidik mencapai 1,40 juta ton hingga akhir 2019. OP menggunakan cadangan beras pemerintah (CBP), sepanjang 2018 realisasi KPSH atau OP CBP sebanyak 544 ribu ton.

Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Awaludin Iqbal menjelaskan, pihaknya sudah mulai menjalankan perpanjangan kegiatan OP/KPSH di beberapa daerah. Hal itu dilakukan karena Bulog telah mendapatkan perintah dari rakortas pangan. “OP atau KPSH ini dilakukan memang untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga. Karena biasanya, pada periode setelah Juni, harga mulai bergerak makanya kami mengantisipasi dengan melepaskan stok,” kata Iqbal di Jakarta, kemarin.

Pemerintah sebelumnya menjalankan OP berdasarkan pergerakan harga pada level tertentu, namun, sejak 2018 pemerintah mengadakan OP sepanjang tahun dengan konsep KPSH.

Baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id/

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN