Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dr R Agus Trihatmoko dalam agenda KTT Dunia Bidang Ilmu Manajemen, pada 21 September 2020, SciTech Central Inc, USA.

Dr R Agus Trihatmoko dalam agenda KTT Dunia Bidang Ilmu Manajemen, pada 21 September 2020, SciTech Central Inc, USA.

BUMN Indonesia Diharapkan Jadi Pionir Korporasi Murakabi

Minggu, 27 September 2020 | 10:22 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id - Strata ekonomi penduduk sebuah negara ditentukan oleh peran dan fungsi perusahaan negara melalui kebijakan pemerintah atas tata kelola sumber daya alam dan sumber-sumber ekonomi strategis mereka.

Berdasarkan hasil studi, ekonomi murakabi kontekstual direkomendasikan atau mendorong tata-kelola BUMN di Indonesia untuk menjadi pioner korporasi murakabi. Keberhasilan BUMN sebagai korporasi murakabi nantinya tentu akan menjadi kiblat korporasi swasta. Harapan terbesarnya adalah untuk dapat memberikan kesejahteraan bagi rakyat, secara langsung.

Demikian dikemukakan Dr R Agus Trihatmoko dalam agenda KTT Dunia Bidang Ilmu Manajemen, pada 21 September 2020, SciTech Central Inc, USA.

Konferensi secara virtual tersebut dikomunikasikan terbuka bagi publik melalui unggahan rekaman video para Delegasi. Kemudian, dilanjutkan diskusi melalui komunikasi tertulis dari  masing-masing Delegasi KTT diatur oleh Komite penyelenggara.  

Agus Trihatmoko dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (27/9/2020) menyampaikan apa yang telah diungkapkan dalam konferensi virtual tersebut. 

Agus membuka pidatonya dengan   menyampaikan rasa prihatin atas situasi sosial dan ekonomi dunia yang sedang mengalami permasalahan serius oleh situasi pademi virus corona. 

“Memang, akhirnya terlalu sulit kita melakukan analisis penyebab sesungguhnya secara historikal, karena pandemi covid memberikan implikasi signifikan terhadap kegitaan ekonomi dan bisnis, secara nasional dan global,” ujarnya.

Dr R Agus Trihatmoko dalam agenda KTT Dunia Bidang Ilmu Manajemen, pada 21 September 2020, SciTech Central Inc, USA.
Dr R Agus Trihatmoko dalam agenda KTT Dunia Bidang Ilmu Manajemen, pada 21 September 2020, SciTech Central Inc, USA.

Menurut Agus, KTT Dunia Bidang Ilmu Manajemen, pada 21 September 2020, SciTech Central Inc, USA merupakan momentum terbaik  untuk mengkomunikan kepada ilmuwan dari berbagai belahan dunia tentang kajian teoretis sistem ekonomi murakabi. 

Ia menguraikan bahwa liberalisasi ekonomi tidak terkendalikan, sehingga persaingan ekonomi dan binis bertumpu pada kekuatan kapitalisme. Dalam konteks pembangunan  ekonomi menempatkan posisi masyarakat sebagai objek pembangunan ekonomi, bukan subjek ekonomi.

Di sisi lain, pada titik waktu tertentu liberalisme pasar nasional dan global akan mempersulit pelaku industrialisasi ekonomi sendiri. 

Sistem ekonomi murakabi, tandas Agus, dihadirkan untuk menjadi suatu cara mengatasi permasalahan ekonomi negara-negara. Konsepsi ekonomi murakabi adalah bagaimana negara mengatur untuk memberikan kesempatan bagi rakyat mereka agar dapat memiliki saham di perusahaan-perusahaan besar di negaranya.

“Hingga hari ini pemikiran tersebut memang belum diimplementasikan oleh pemerintahan Indonesia. Tetapi ekonomi konstitusional sebenarnya telah memberikan peluang itu bagi pemerintahan Indonesia,” ucapnya. 

Hasil studi ekonomi murakabi, lanjut Agus, diharapkan berkontribusi terhadap konsepsi Indonesia Raya Incorporated, yang menggambarkan  perspektifnya dalam Pembangunan Ekonomi dan Manajemen Aset Negara dalam Sistem Ekonomi Murakabi.

Studi ekonomi murakabi, sambung Agus, kontekstual direkomedasikan atau mendorong tata-kelola BUMN di Indonesia untuk menjadi pioner korporasi murakabi. Keberhasilan BUMN sebagai korporasi murakabi nantinya tentu akan menjadi kiblat korporasi swasta.

“Harapan terbesarnya adalah untuk dapat memberikan kesejahteraan bagi rakyat, secara langsung,” katanya.

Kontektual hasil studi tersebut bahwa tata-kelola BUMN bukan seperti dimaksudkan oleh para elit pemerintahan negara dan BUMN selama ini yang mengarah pada pola kapitalisme.

“Sahamnya hanya dikuasi  pemerintah pusat saja, dan kelompok kapitalis besar swasta dan asing bagi BUMN go-public. Apalagi, jika arah pembentukan ‘super-holding’ masih menjadi ikon strategis Kementerian BUMN,” jelasnya. 

Jadi, holdingisasi BUMN anutan ‘Indonesia Incorporation’ versi pemerintah arahnya neo-liberalisme, sehingga jelas berbeda dengan ‘Indonesia Raya Incorporated (IRI)’ yaitu murakabisme.

Di samping hasil dan simpulan studi,  dalam KTT tersebut Agus Trihatmoko juga menjelaskan tentang tinjauan teori dan konsepsi sistem ekonomi murakabi, serta rekomendasi hasil studinya.

Ia menguraikan, konsepsi kepemilikan saham korporasi dengan sistem bisnis murakabi yaitu menempatkan posisi pemilik modal besar pada kisaran  porsi 20% saham perusahaan, dan 80% saham adalah masyarakat luas termasuk pemerintah pusat dan daerah. Dalam hal korporasi berupa Badan Usaha Milik Negara, maka 20%  termasuk adalah pihak pemerintah, kemudian 80% adalah masyarakat dan perusahaan swasta.  Mekanisme kepemilikan saham publik sebanyak 80% tersebut, sebagian terkandung atau misalnya 10% adalah saham yang dapat diperdagangkan di Bursa Efek. 

Setiap negara direkomendasi membangun sistem ekonomi dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memiliki saham pada setiap korporasi besar yang bisnisnya berbasis ekonomi sumber daya alam dan ekonomi strategis. 

“Ekspektasi saya bahwa model dan praktik murakabi  telah berjalan di beberapa  negara anda, meskipun formulasinya mungkin belum sama persis dengan konsep korporasi murakabi. Misalnya, Unit Usaha Koperasi atau Union sebenarnya merupakan implementasi ekonomi murakabi sejak beberapa abad berlalu. Meskipun demikian, di era globalisasi ekonomi ada baiknya koperasi itu ditransformasikan dalam bentuk korporasi. Sehingga, kepemilikan saham oleh rakyat menjadi suatu nilai surat berharga, dan dapat diwariskan secara turun-temurun kepada generasi keluarga mereka,” ungkapnya.

Lebih jauh Agus mengatakan, peran para ilmuwan melalui suatu kajian dan penelitian sangat diharapkan untuk dapat memgembangkan pengetahuan ekonomi murakabi.

“Hingga pada akhirnya membuka suatu niat, motivasi dan kesedaran kepada para pemimpin negara-negara untuk membangun sistem ekonomi murakabi. Bagi kesejahteraan rakyatnya, bagi kedaulatan ekonomi negaranya, bagi keharmonisan hubungan antar negara, serta bagi terciptanya perdamaian dunia,” pugkasnya.

 

Rekaman paparan studi ekonomi murakabi tentang IRI dalam bahasa Inggris berupa video, dapat diakses oleh publik seluruh dunia. Melalui YouTube: Roderikus Agus Trihatmoko | University of Surakarta | SciTech Management Sciences 2020.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN