Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Erick Thohir dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR pada Senin (30/11).

Erick Thohir dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR pada Senin (30/11).

BUMN Siapkan Peta Jalan untuk Jangka Waktu 2020-2024

Senin, 30 November 2020 | 20:51 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan peta jalan (roadmap) BUMN tahun 2020 sampai 2024 akan dijalankan dalam tiga tahap. Kondisi pandemi Covid-19 menyebabkan pihak BUMN melakukan perubahan roadmap. Sebab dalam proses yang berjalan terjadi perubahan baik dalam kondisi perekonomian maupun dunia usaha.

Tahap pertama yaitu survival dan kelangsungan hidup dimana fase ini akan berjalan hingga kuartal II 2021. Dimana BUMN ingin memastikan untuk melindungi BUMN strategis dan BUMN yang terdampak pandemi Covid-19.

“Tentu ada kehilangan daripada revenue yang cukup besar dan 90% itu terdampak,” ucap Erick Thohir dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR pada Senin (30/11).

Dalam tahap ini BUMN juga melakukan pembentukan klasterisasi berdasarkan keterkaitan rantai pasok (supply chain) dan kesamaan industri untuk meningkatkan sinergi. Pembentukan klaster ini sudah selesai dilakukan.

“Di mana kita juga memperbaiki landasan GCG (Good Corporate Governance) BUMN beserta restrukturisasi operasional untuk mencapai operational excellent,” tutur Erick

Tahap kedua yaitu restrukturisasi dan realignment yang akan berlangsung hingga kuartal II 2020. Dalam tahap ini BUM memperbaiki portfolio dengan restrukturisasi korporasi yang bertujuan untuk melakukna konsolidasi dan simplifikasi.

Lebih lanjut Erick menuturkan ada kelemahan dari proyek-proyek yang sudah berjalan yaitu proyek dijalankan dalam jangka panjang tetapi dengan jenis pendanaan jangka pendek. Ia melihat terjadi penurunan pendapatan.Hal tersebut turut mempengaruhi internal rate of return (IRR).

“Sekarang irr-nya sendiri yang tadinya di atas 10 sampai 12% ada yang turun ke 7%.Hal ini tentu kita harus antisipasi juga di tahun 2022,” ucap Erick

Dalam tahap tersebut BUMN juga mempersiapkan landasan untuk inovasi model bisnis baru. Kondisi pandemi Covid-19 turut mempengaruhi model bisnis yang ada. Model bisnis yang telah berjalan saat ini bisa saja akan berubah secara dinamis dalam waktu cepat.

“Nah ini yang kita harus antisipasi juga bisnis model yang ada hari ini mungkin 10-15 tahun lagi tidak eksis nah ini yang tentu kita juga terus perbaiki bisnis modelnya,” ucap Erick.

Tahap ketiga yaitu inovasi dan transformasi yang berlangsung hinga tahun 2024. Dalam tahap ini BUMN membangun ekosistem yang sehat dengan swasta.

Erick mencontohkan hal ini dalam hal vaksinasi. Kalau BUMN saja yang melakukan vaksinasi maka setipa bulan hanya bisa melakukan sebanyak 2,3 juta vaksinasi. Namun bila bekerjasama dengan swasta maka bisa melakukan vaksinasi hingga 13 juta vaksinasi.

“Hal ini menjadi contoh konkret kenapa ga kita tidak mau menjadi menara Gading tetapi kita juga ingin membentuk BUMN yang punya speciality supaya bisa sustain dan bertahan,” tutur Erick.

Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Golkar Lamhot Sinaga
Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Golkar Lamhot Sinaga

Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Golkar Lamhot Sinaga mengatakan peta jalan yang dirancang BUMN masih terlalu makro. Ia mengusulkan dalam peta jalan yang ada seharusnya BUMN harus melakukan kajian secar detail termasuk korporasi yang menjadi bagian dari klaster yang dibentuk.

“Jangan hanya klaster yang dibahas tetapi jeroan masing masing bumn harus dibahas lebih dalam lagi,” ucap Lamhot.

Peta jalan tersebut juga harus selaras dengan Undang Undang BUMN yang akan diterbitkan. Saat ini pemerintah dan DPR sedang dalam bersama-sama membahas UU BUMN. Dimana UU BUMN ini sudah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun 2021. Ia juga menekankan Kementerian BUMN untuk terus melakukan efisiensi. Sebab banya perusahaan dibawah BUMN yang masih melakukan model bisnis secara efisien.

“Walaupun roadmap yang diurus lebih dahulu tetapi kita harus merancang roadmap ini patuh terhadap UU BUMN yang nantinya akan kita bahas secara bersama,” tutur Lamhot.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN