Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ridwan Djamaluddin. (doc : Kementerian ESDM)

Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ridwan Djamaluddin. (doc : Kementerian ESDM)

Buntut Batu Bara Kena Pajak, Pasokan Ke Pembangkit Terganggu

Rabu, 27 Januari 2021 | 14:20 WIB
Rangga Prakoso (rangga.prakoso@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan kebijakan batu bara sebagai barang kena pajak merupakan salah satu penyebab terganggunya pasokan ke pembangkit listrik di Pulau Jawa. Selain itu, faktor kondisi cuaca turut berpengaruh dalam rantai pasok batu bara.

 

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin mengatakan, isu kekurangan pasokan batu bara ke pembangkit listrik sudah teratasi. Dia mengakui adanya dampak dari kebijakan pemerintah yang mempengaruhi pasokan batu bara tersebut.

 

“Ada kontribusi kebijakan pemerintah antara lain, batu bara kena pajak kan. PPN bagaimana bayarnya dan lain-lain, itu makanya ada situasi itu [kekurangan pasokan],” kata Ridwan dalam jumpa pers secara daring di Jakarta, Rabu (27/1).

 

Batu bara menjadi Barang Kena Pajak (BKP) merujuk pada ketentuan di Undang Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

 

Ridwan menerangkan, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan para pihak, baik PLN maupun pelaku tambang. Kini, persoalan pajak batu bara telah diselesaikan. Namun dia tidak menjelaskan secara gamblang apakah ada upaya dari pemerintah untuk mengurangi beban PLN akibat pengenaan pajak tersebut. Hanya saja, dia menegaskan 54 perusahaan batu bara berkomitmen memasok kebutuhan pembangkit listrik.

 

“PPN sudah disepakati akan dibayar PLN,” ujarnya.

 

Lebih lanjut Ridwan mengungkapkan, kondisi cuaca ekstrim juga mempengaruhi pasokan batu bara ke pembangkit listrik. Tercatat ada empat tambang yang terendam banjir. Namun dia tidak membeberkan nama perusahaan tambang maupun lokasinya. Hanya saja dia menerangkan ketika pasokan batu bara dari Kalimantan terganggu maka pemerintah membantu mencarikan pasokan dari sumber lain di Sumatera. “Tidak semua tambang terkendala [cuaca],” tutur dia.

Editor : Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN