Menu
Sign in
@ Contact
Search
Djoko Setijowarno, pengamat transportasi

Djoko Setijowarno, pengamat transportasi

Bus Trans Jateng Tambah Koridor, Pengamat: Bukti Komitmen Kepala Daerah

Senin, 4 Januari 2021 | 18:33 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menambah layanan operasi Bus Trans Jateng menjadi lima koridor selama tiga tahun terakhir untuk menghubungkan wilayah aglomerasi. Hal ini dinilai sebagai bukti kuatnya komitmen politik kepala daerah.

“Komitmen politik kepala daerah diperlukan dalam hal menata transportasi umum antarkota dan antar kabupaten atau wilayahaglomerasi,” kata Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat Djoko Setijowarno kepada Investor Daily, Senin (4/1).

Menurut Djoko, hal demikian sebaiknya dapat diikuti oleh provinsi lain di Indonesia terutama provinsi-provinsi yang tidak memiliki APBD besar seperti DKI Jakarta. Provinsi Jawa Tengah kini bisa menjadi patron karena kepala daerahnya berkomitmen kuat untuk menata transportasi umum.

Diketahui, sejak Juli 2017 Provinsi Jawa Tengah telah mengembangkan Bus Sistem Transit (BST) Trans Jateng dengan pola beli layanan (buy the service) dan dengan bus baru yang disiapkan operator eksisting di masing-masing koridor. Dalam Rapat Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023, Provinsi Jateng menargetkan sebanyak 7 koridor layanan beroperasi.

Karena itu, hingga akhir 2020 kemarin, pengembangan rute layanan transportasi umum Trans Jateng telah mencapai lima koridor. Di mana, rute pertama yang dikembangkan adalah Semarang (Stasiun Tawang) –Terminal Bawen (Kab. Semarang) pada 17 Juli 2017 dan rutePurwokerto-Purbalingga (30 kilometer) pada Agustus 2018.

Kemudian pada Oktober 2019, Provinsi Jawa Tengah membuka rute Terminal Bahirekso (Kab. Kendal) - Terminal Mangkang (Semarang).Lalu September 2020, dikembangkan lagi dua rute Trans Jateng. Koridor Stasiun Kutoarjo (Kab. Kebumen) – Purworejo – Terminal Borobudur (Kab. Magelang) juga tak luput dari pengembangan untuk mendukung pengembangan KSPN Borobudur.

Sedangkan untuk mendukung Batik Solo Trans (BST) diKota Surakarta, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuka rute Terminal Tirtonadi(Surakarta) – Terminal Sumber Lawang (Kab. Sragen). “Kedua koridor baru ini sudah menggunakan bus dengan low entry. Sehingga tidak memerlukan halte tinggi lagi, cukup bus stop untuk tempat perhentiannya,” papar Djoko.

Di samping itu, imbuh Djoko, Balai Trans Jateng juga mengembangkan inovasi smart transportation berbasis aplikasi bernama Si Anteng yang dapat memberikan layanan terbaik kepada pelanggan atau pengguna Bus Trans Jateng. Sebab aplikasi tersebut mampu memberikan gambaran pergerakan bus dan jam kedatangan di masing-masing halte, sehingga para pelanggan dapat melakukan efisiensi perjalanan dengan membuka aplikasi Si Anteng.

Bahkan saat ini, sedang dikembangkan sistem pembayaran non tunai (cashless) agar dapat terwujud pada 2021 dari penyedia perbankan dan lembaga keuangan. Menurutnya, integrasi pembayaran semacam itu dapat dilakukan di Bus Tran Jateng rute Terminal Tirtonadi (KotaSurakarta) – Terminal Sumber Lawang (Kab. Sragen) dengan Batik Solo Trans (BST) dan KRL Yogyakarta – Surakarta.

Pada pertengahan 2021 nanti, koridor keenam yakni rute Semarang-Gubuk (Kab. Grobogan) rencananya juga akan dikembangkandengan anggaran sebesar Rp 96 miliar yang berasal dari APBD Jawa Tengah 2021.Begitu juga dengan rencana pengembangan operasional rute Semarang – Gubug (Kab.Grobogan).

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com