Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Teller menghitung mata uang dolar AS di salah satu money changer di Jakarta. Foto ilustrasi:  Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Teller menghitung mata uang dolar AS di salah satu money changer di Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Cadangan Devisa Indonesia Naik Jadi US$ 129,2 Miliar

Rabu, 8 Januari 2020 | 13:14 WIB
Trian pangastuti

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia pada akhir Desember 2019 sebesar US$ 129,2 miliar, naik US$ 2,6 miliar dibanding bulan sebelumnya yang senilai US$ 126,6 miliar. Peningkatan cadangan devisa ini antara lain didorong oleh penarikan utang luar negeri pemerintah. 

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko menjelaskan, selain oleh penarikan utang luar negeri pemerintah, perkembangan cadangan devisa juga dipengaruhi oleh penerimaan devisa migas dan penerimaan devisa lainnya.

Ia menambahkan, posisi cadangan devisa pada Desember tahun lalu itu setara dengan pembiayaan 7,6 bulan impor atau 7,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. "Serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor," kata Onny dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (8/1).

BI juga berpendapat, cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. "Ke depan, BI memandang cadangan devisa tetap memadai dengan didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik," punkas dia.

Peningkatan posisi cadev Desember 2019 sudah diperkirakan oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo sebelumnya. Ia mengatakan, peningkatan cadev disebabkan oleh derasnya aliran modal asing masuk, sehingga posisi neraca pembayaran Indonesia (NPI) juga diperkirakan akan mengalami surplus pada kuartal IV-2019. "Kami perkirakan cadangan devisa akan lebih tinggi dari US$ 127 miliar," ucap Perry. 

Sebagai informasi, posisi cadangan devisa sepanjang 2019 adalah untuk Januari sebesar US$ 120,1 miliar, Februari US$ 123,3 miliar, Maret US$ 124,5 miliar, April sebesar US$ 124,3 miliar, Mei US$ 120,3 miliar, Juni sebesar US$ 123,8 miliar, Juli US$ 125,9 miliar, Agustus US$ 126,4 miliar, September  US$  124,3 miliar, Oktober US$ 126,7 miliar, dan November tercatat US$ 126,6 miliar. 

 

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN