Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bahlil Lahadalia, Kepala BKPM. Sumber: BSTV

Bahlil Lahadalia, Kepala BKPM. Sumber: BSTV

Capai Rp 809,6 Triliun, Realisasi Investasi 2019 Lampaui Target

Triyan Pangastuti, Rabu, 29 Januari 2020 | 13:13 WIB

JAKARTA, investor.id - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat pencapaian realisasi investasi periode Oktober-Desember atau triwulan IV-2019 sebesar Rp 208,3 triliun, meningkat 12% dibandingkan dengan periode sama tahun 2018.

Dengan capaian tersebut, maka total realisasi investasi sepanjang tahun 2019 (Januari-Desember) sebesar Rp 809,6 triliun, atau 102,2% dari target realisasi investasi tahun 2019 sebesar Rp 792 triliun.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyampaikan, pencapaian investasi yang lebih baik pada 2019 disebabkan oleh langkah strategis yang dilakukan pemerintah.

Bahlil mengklaim, capaian realisasi investasi sepanjang tahun 2019 sebagai bukti janjinya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), maka dengan realisasi investasi di tahun 2019 ini memperteguh komitmen BKPM untuk terus mengawal dan mengeksekusi investasi yang ada, sesuai dengan amanat Presiden Jokowi.

"Kami sudah melakukan langkah strategis untuk memangkas perizinan dan insya Allah akan semakin baik," tegas Bahlil dalam jumpa pers BKPM, Selasa (29/1/2020).

Dia mengatakan, jumlah realisasi investasi tahun 2019 mencapai target. BKPM akan terus fokus pada investasi berkualitas dan investasi yang menggandeng usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar menciptakan multiplier effects bagi masyarakat sekitar, sebagaimana key performance indicator (KPI) BKPM.

Secara rinci tahun 2019 (Januari-Desember) realisasi investasi terdiri atas realisasi investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 386,5 triliun (47,7%), dan penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 423,1 triliun (52,3%). Sebaran investasi tersebut berlokasi di Pulau Jawa sebesar Rp 434,6 triliun (53,7%), dan di luar Pulau Jawa sebesar Rp 375 triliun (46,3%).

Provinsi dengan nilai realisasi investasi (PMDN dan PMA) terbesar sepanjang tahun 2019, yaitu Jawa Barat sebesar Rp 137,5 triliun (17%), diikuti oleh DKI Jakarta Rp 123,9 triliun (15,3%), Jawa Tengah Rp 59,5 triliun (7,3%), Jawa Timur Rp 58,5 triliun (7,2%), dan Banten Rp 48,7 triliun (6%).

Sementara itu, realisasi investasi pada periode triwulan IV-2019 ini berhasil menyerap tenaga kerja Indonesia sebanyak 330.539 orang, sehingga total penyerapan tenaga kerja Indonesia sepanjang tahun 2019 mencapai 1.033.835 orang.

Selama periode triwulan IV-2019, realisasi investasi PMDN mencapai Rp 103 triliun atau meningkat 18,5%, dan realisasi investasi PMA mencapai Rp 105,3 triliun atau meningkat 6,4% dibandingkan dengan periode sama tahun 2018.

Realisasi investasi di luar Pulau Jawa mencapai Rp 103,8 triliun atau meningkat sebesar 22,6%, sedangkan realisasi investasi di Pulau Jawa mencapai Rp 104,5 triliun atau meningkat 3,2% pada periode triwulan IV-2019 dibandingkan pada periode sama tahun 2018.

“Peningkatan realisasi investasi di luar Jawa yang signifikan adalah kabar baik. Investasi di luar Pulau Jawa harus terus didorong supaya pemerataan ekonomi terjadi. Tidak hanya investasi baru, namun terhadap investasi eksisting juga tetap kami kawal. Masalahnya apa, ayo kita selesaikan,” jelas Bahlil.

Pada periode triwulan IV-2019, Provinsi Jawa Barat masih menjadi lokasi dengan nilai realisasi investasi terbesar mencapai Rp 35,4 triliun (17%), diikuti DKI Jakarta Rp 28,3 triliun (13,6%), Banten Rp 15 triliun (7,2%), Sulawesi Tengah Rp 13 triliun (6,2%), dan Jawa Tengah Rp 12,3 triliun (5,9%).

Selama periode triwulan IV-2019, sektor investasi di Indonesia didominasi oleh sektor listrik, gas, dan air sebesar Rp 30 triliun (14,4%); transportasi, gudang, dan telekomunikasi Rp 27,9 triliun (13,4%); industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya Rp 24 triliun (11,5%); perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp 23,7 triliun (11,4%); dan pertambangan Rp 14,8 triliun (7,1%).

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN