Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
udang windu

udang windu

Cegah Penyakit Udang, KKP Gandeng Laboratorium Tiongkok

Kamis, 17 September 2020 | 11:32 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, Investor.id – Untuk mendeteksi dan mencegah penyakit udang sejak dini, Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng lembaga riset dan laboratorium asal Tiongkok, The Yellow Sea Fisheries Research Institute (YSFRI).

YSFRI telah diakui dan ditunjuk Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (WHO) sebagai acuan di wilayah Asia untuk penyakit udang, White Spot Syndrome Virus (WSSV) dan Infectious Hypodernal Hematopoietic Necrosis Virus (IHHNV).

“Teknologi yang digunakan laboratorium YSFRI dapat mendeteksi dan mencegah penyakit udang sejak dini,” kata Kepala BKIPM KKP, Rina dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (17/9).

Rina mengungkapkan, BKIPM telah menandatangani kerja sama dengan YSFRI. “Kami mengimplementasikannya dalam Twinning Laboratory Program yang berlaku selama tiga tahun,” tutur dia.

Penyakit ikan dan udang, menurut Rina, telah menjadi tantangan global seiring meningkatnya produksi dan perdagangan produk perikanan antarnegara. Bahkan, banyak negara yang mengalami kerugian besar akibat merebaknya penyakit pada ikan dan udang, khususnya WSSV dan IHHNV.

Rina memastikan BKIPM bersama YSFRI dan WHO bersinergi dan tetap melanjutkan kerja sama meskipun dunia sedang dilanda pandemi Covid-19.

“Masuk dan tersebarnya WSSV dan IHHNV ke dalam suatu wilayah atau negara bukan hanya berbahaya bagi industri budidaya, namun juga bagi kelestarian sumber daya hayati,” ujar dia.

Dia  menjelaskan, BKIPM akan terus memantau perkembangan dan keberlangsungan tambak udang di seluruh Indonesia dan memastikan tidak ada udang yang terkena WSSV.

Eksportir Terbesar

Rina  menegaskan, Indonesia merupakan salah satu eksportir udang terbesar di dunia. Indonesia mengekspor udang ke berbagai negara, seperti Amerika Serikat (AS), Jepang, Uni Eropa, negara-negara lain di Asean, serta Tiongkok.

Potensi udang di Indonesia, kata dia, masih bisa ditingkatkan karena permintaan pangan dunia terus betumbuh. Apalagi udang termasuk salah satu komoditas yang menjadi favorit.

Rina mengemukakan, untuk menjaga pasar ekspor udang tetap tumbuh dan menjaga pasar domestik, KKP mendukung penuh peningkatan produksi udang berkualitas. “Salah satu bentuk dukungan pemerintah adalah dengan mencegah penyakit yang bisa merusak keberlangsungan udang,” tandas dia.

Rina menambahkan, WHO telah merilis daftar penyakit ikan dan udang yang harus diperhatikan negara-negara anggota. Penyakit tersebut di antaranya WSSV dan IHHNV.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN