Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
KH Maruf Amin. Foto: capture Beritasatu TV

KH Maruf Amin. Foto: capture Beritasatu TV

Cegah Stunting, Wapres Minta Pengembang Hunian Sediakan Sistem Air Bersih dan Sanitasi

Mashud Toarik, Sabtu, 15 Februari 2020 | 13:03 WIB

JAKARTA, investor.id - Ketersediaan air bersih dan sanitasi yang baik dalam sebuah rumah merupakan faktor penting dalam mencegah terjadinya stunting dalam keluarga.

Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin mengatakan pengembang perumahan berperan penting dalam memastikan ketersediaan sistem air bersih dan sanitasi pada perumahan yang dibangun.

"Kami minta pengembang turut membantu pemerintah menurunkan jumlah stunting dengan menyediakan sistem air bersih dan sanitasi yang baik saat membangun hunian," ujar Wapres saat membuka Pemeran IPEX 2020 yang digagas Bank Tabungan Negara (BTN) di Jakarta Convention Centre, Sabtu (15/2/2020).

Peran pengembang dalam hal ini dikatakannya akan berkontribusi membantu pemerintah dalam memenuhi target penurunan angka stunting dari level 27,67% saat ini menjadi 14% pada tahun 2024. "Ini target ambisius tetapi dengan peran dan kontribusi semua pihak optimistis dapat terwujud," katanya.

Lebih jauh Wapres mengatakan sebagai bank penyedia pembiayaan perumahan, Bank BTN diminta untuk memastikan ketersediaan air bersih dan sanitasi yang disiapkan pengembang sebelum mengucurkan pembiayaan.

Dalam kesempatan ini Ma'ruf Amin juga menyampaikan bahwa pemerintah memberikan perhatian yang tinggi pada penyediaan hunian bagi generasi milenial yang jumlahnya mencapai lebih dari 80 juta jiwa atau sekitar 30% dari jumlah penduduk Indonesia.

"Untuk itu dalam membangun hunian pengembang jangan hanya memperhatikan sisi modernitasnya tetapi aspek sosial dan lingkungan juga penting," ujar Ma'ruf Amin.

IPEX 2020

Salah satu upaya dalam membantu pemerintah menyediakan hunian bagi masyarakat khususnya generasi milenial, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) kembali menggelar Indonesia Property Expo (IPEX) pada tanggal 15 Februari hingga 23 Februari 2020.

Pada IPEX ke-20 yang digelar di JCC, Jakarta, Bank BTN menargetkan dapat meraup ijin Prinsip KPR baik subsidi maupun non subsidi sebesar Rp 3 triliun dengan target booked sebesar Rp 1 triliun.Pameran IPEX dikatakan Pahala merupakan strategi yang dijalankan Bank BTN dalam mencapai target KPR.

Pameran yang mempertemukan konsumen dengan 105 pengembang ini menawarkan setidaknya 650 proyek hunian, mulai dari hunian tapak, vertikal dengan desain minimalis dan modern berlokasi strategis, seperti di kawasan berbasis Transit Oriented Development yang tersebar di Jabodetabek yang saat ini sedang digandrungi generasi milenial.

Selain hunian yang sesuai dengan selera konsumen saat ini, Bank BTN juga menawarkan beragam promosi menarik diantaranya suku bunga KPR mulai dari 5,70% fixed rate selama 1 Tahun (subsidi bunga dari pengembang pilihan), bebas biaya provisi, bebas biaya administrasi, bebas biaya appraisal dan discount asuransi jiwa 20% serta cashback tabungan hingga Rp 700.000 sesuai dengan plafond kredit yang diberikan.

“Kami dalam waktu dekat juga akan menawarkan KPR dengan skema khusus yang dapat menangkap segmen Masyarakat Berpenghasilan Rendah yang tidak kebagian FLPP KPR dengan skema khusus ini juga memfasilitasi pengembang rumah subsidi yang pasokannya melimpah namun sulit mendapatkan pembeli, “kata Pahala.

KPR dengan skema khusus ini akan menjadi bagian dari nilai tambah dari program bundling Bank BTN yang terbaru yaitu BTN Solusi. BTN Solusi adalah program bundling tabungan payroll dengan kemudahan kredit kepada nasabah. Nasabah dari Institusi maupun instansi yang telah bermitra dengan Bank BTN dapat menikmati suku bunga KPR dan Kredit Ringan yang terjangkau serta kemudahan dan kecepatan dalam proses pengajuan Kredit.

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN