Menu
Sign in
@ Contact
Search
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira

Celios: Menteri Mestinya Fokus Selesaikan Masalah

Sabtu, 16 Juli 2022 | 00:08 WIB
Nasori (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Para menteri yang menyalahgunakan kegiatannya sebagai pembantu presiden untuk kepentingan partai seperti kampanye, dinilai sebagai sebuah kesalahan. Terlebih bila itu dilakukan di tengah masih berlanjutnya sejumlah permasalah yang lama belum juga terselesaikan, seperti kenaikan harga-harga dan penurunan daya beli masyarakat.

Para pembantu presiden diminta untuk fokus pada upaya penyelesaian masalah dan mengurangi aktivitas yang tidak substansial seperti inspeksi mendadak (sidak). “Fokus saja, jangan kebanyakan sidak. Fokus membenahi masalah, datanya ‘kan sudah jelas,” ujar Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira kepada Investor Daily, Rabu (13/7/2022) malam.

Bhima menyampaikan itu saat dimintai tanggapan soal peringatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap Menteri Perdagangan yang juga ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan atau Zulhas. Presiden minta agar Zulhas fokus bekerja sesuai penugasan yaitu menjaga ketersediaan, distribusi, pasokan, dan stabilitas harga komoditas pangan.

Peringatan Jokowi itu disampaikan dalam sejumlah kesempatan tak lama setelah beredar potongan video yang menunjukkan Zulhas membagikan minyak goreng Minyakita secara gratis dalam acara PAN-SAR Murah di Telukbetung Timur, Bandar Lampung, Senin (11/7/2022).

Padahal minyak goreng tersebut sebenarnya diperjualbelikan dengan harga Rp 10 ribu untuk dua liter. Namun, Zulhas meminta warga yang datang tidak perlu membayar karena akan dibayar oleh anaknya, Futri Zulya Savitri, yang berencana mencalonkan sebagai anggota legislatif PAN Dapil Lampung 1 di Pemilu 2024.

Bhima mengaku tidak akan mempermasalahkan Zulhas melakukan kampanye politik selama tidak membawa-bawa program pemerintah. “Tentunya kalau mau berkampanye silakan, tapi tidak perlu bawa program pemerintah atau atau mengeklaim program ini sebagai program partai. Saya kira ini yang menjadi masalah. Jadi, satu cara yang dibutuhkan untuk memperbaiki kinerja adalah profesionalitas,” tandas dia.

Menurut Bhima, semesting Zulhas saat ini berfokus pada upaya untuk menurunkan rata-sata harga jual eceran (HJE) minyak goreng yang masih di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp 14 ribu. “Pesan Pak Jokowi ini minyak goreng selesai. Tinggal sekarang kebijakannya apa yang bisa menjaga stabilitas harga minyak goreng atau memberbaiki tata kelola. Itu yang ditunggu,” kata dia.

Bhima juga kembali mengingatkan tentang perlunya audit terhadap industri sawit untuk mengetahui pihak-pihak yang selama ini ‘bermain’. “Nah, itu mestinya yang dibenahi. Saya kira ini satu catatan bahwa masalah minyak goreng perlu diperbaiki,” ucap dia.

Jangan karena menjelang pemilu, kata Bhima, para politisi yang berada di kabinet memanfaatkan posisinya untuk kepentingan partai. “Itu juga yang membuat masyarakat kecewa. Karena ini adalah uang APBN atau program pemerintah, harusnya tanpa embel-embel partai politik,” pungkas dia.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com