Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ekonom Center of Reform on Economic (Core) Akhmad Akbar Susamto. Foto: ugm.ac.id

Ekonom Center of Reform on Economic (Core) Akhmad Akbar Susamto. Foto: ugm.ac.id

CORE Apresiasi Capaian Belanja Negara dan Penerimaan Pajak yang Membaik

Kamis, 30 Desember 2021 | 09:54 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id – Ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Akhmad Akbar mengapresiasi komitmen pemerintah untuk menggenjot belanja negara yang hingga Jumat (24/12) mencapai Rp 2.587 triliun atau 92,9% dari pagu Rp 2.784,9 triliun.

Akselerasi belanja dinilai mampu mendukung pemulihan ekonomi nasional, sehingga masih harus terus digenjot sampai akhir Desember 2021.

“Realisasi belanja pemerintah tahun 2021 kemungkinan lebih baik dari realisasi tahun 2020. Jika berdasarkan data hingga beberapa hari capaian realisiasinya mencapai 92,9%, sudah lebih bagus dibandingkan tahun lalu hingga akhir Desember serapan belanja hanya 92%,” jelas dia dalam Refleksi Akhir Tahun 2021 yang digelar Core Indonesia, Rabu (29/12/2021).

Selain itu, capaian yang menggembirakan berasal dari penerimaan pajak yang melampaui target Rp 2,27 triliun atau Rp 1.231,87 triliun, setara 100,19% dari target yang ditetapkan dalam APBN 2021 sebesar Rp 1.229,6 triliun.

Capaian ini dinilai sebagai prestasi dan patut diapresiasi banyak pihak, lantaran penerimaan pajak tumbuh saat Indonesia masih menghadapi pandemi Covid-19. Apalagi Indonesia tercatat pernah melampaui target penerimaan pajak terakhir pada 2008.

“Pemerintah sudah mengumumkan realisasi penerimaan pajak melampaui target, sampai 26 Desember sudah mencapai 100,9% itu sudah oke. Sebagai sebuah fakta itu, kami syukuri dan apresiasi,” kata dia.

Dengan menguatnya pemulihan ekonomi dan membaiknya berbagai indikator dan kinerja APBN, Akbar meyakini capaian kinerja ekonomi tahun 2021 sudah lebih baik dibandingkan tahun lalu, termasuk dari sisi pertumbuhan ekonomi. Hal ini juga tergambarkan dari realisasi pajak pertambahan nilai (PPN) yang meningkat. Pasalnya, PPN memiliki kaitan erat dengan aktivitas kegiatan ekonomi masyarakat .

Indikator lain didukung oleh kenaikan harga komoditas cukup tinggi sejak 2008, alhasil mengerek sisi penerimaan pajak penghasilan (PPh) migas yang dipicu oleh kenaikan harga komoditas minyak dan gas.

“Kenaikan harga komoditas patut disyukuri karena membantu realisasi penerimaan pajak dari sisi penerimaan terkait PPh migas,” ujar Akbar.

Adapun penerimaan pajak yang berasal dari PPh migas hingga akhir November lalu mengalami pertumbuhan tinggi hingga 57,7%, kemudian kinerja PPN juga tumbuh hingga 19,8%.

Lebih lanjut, dia mengatakan capaian penerimaan pajak yang baik pada tahun ini tidak terlepas dari semangat yang digaungkan Kementerian Keuangan dalam beberapa tahun terakhir. Ini untuk mendorong kebijakan fiskal lebih kredibel dan target yang ditetapkan agar lebih realistis (dengan situasi).

“Salah satu poin yang bisa dilihat target sendiri. Jika target ketinggian untuk mencapainya juga akan susah. Pemerintah mengubah kebijakan lebh kreidbel dan realistis, sehingga target yang ditetapkan bisa dicapai. Saya kira ini sebuah hal yang layak diapresiasi, ini tidak akan bisa dicapai tanpa sesuatu dilakukan di lapangan mengejar penerimaan pajak pemerintah, meski di masa depan kinerja perpajakan akan lebih baik,” kata dia.

Di tengah capaian realisasi belanja negara dan penerimaan yang membaik, Akbar mengingatkan bahwa Kementerian Keuangan masih memiliki tugas untuk meningkatkan tax ratio Indonesia yang saat ini masih rendah.

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN