Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkeu Sri Mulyani dalam webinar yang digelar CSIS Indonesia bertajuk CSIS dan Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia 2045, Rabu, (4 /8/2021). Sumber: BSTV

Menkeu Sri Mulyani dalam webinar yang digelar CSIS Indonesia bertajuk CSIS dan Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia 2045, Rabu, (4 /8/2021). Sumber: BSTV

Covid Mengganas, Anggaran Kesehatan Bengkak Jadi Rp 300 Triliun

Rabu, 4 Agustus 2021 | 16:33 WIB
Arnold Kristianus

JAKARTA, Investor.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan anggaran kesehatan meningkat hingga Rp 300 triliun pada 2021, seiring mengganasnya pandemi Covid-19. Untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 dan penanganan dampak pandemi Covid-19, pemerintah menganggarkan Rp 744,75 triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, instrumen APBN  berperan melakukan stabilisasi oleh karena itu pemerintah melakukan countercyclical pada saat ekonomi mengalami tekanan luar biasa.

“Anggaran sangat besar untuk alokasi kesehatan. Jika anggaran kesehatan awalnya naik dari Rp 176 triliun menjadi Rp 214 triliun, total anggaran kesehatan tahun ini diproyeksikan Rp 300 triliun lebih,” ucap  Sri Mulyani dalam seminar daring pada Rabu (4/8).

Sri Mulyani menuturkan, ekonom cukup akseleratif pada kuartal II-2021. Namun, karena kuartal III tahun ini, ada varian corona delta, pemerintah harus secara hati-hati menjaga pemulihan  ekonomi dan penanganan pandemi. Dalam  program PEN 2021, belanja untuk bantuan sosial juga ditingkatkan menjadi Rp 187 triliun 2021, karena masyarakat mengalami tekanan yang sangat luar biasa saat pemerintah melakukan pembatasan.

Menkeu mengatakan jenis bantuan sosial yang ditingkatkan antara lain program keluarga harapan (PKH) untuk 10 juta masyarakat paling bawah, kartu sembako untuk 18,8 juta, bantuan sosial tunai (BST) untuk 10 juta keluarga penerima manfaat dan 5,95 juta penerima tambahan, serta bantuan logistik dalam bentuk beras Bulog. Untuk masyarakat pekerja, diberikan bantuan subsidi upah sebesar Rp 1 juta, sedangkan pelajar yang tidak bisa belajar secara fisik, pemerintah kembali berikan kuota internet sampai dengan akhir tahun.

“APBN menjadi resources yang sangat masif dan signifikan untuk membantu masyarakat dalam suasana musibah yang luar biasa,” kata Sri Mulyani. 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN