Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Head of Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto

Head of Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto

Covid-19 Masih Bayangi Pasar Apartemen di Jakarta

Kamis, 8 Juli 2021 | 23:06 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Semakin meningkatnya kasus Covid-19 dengan varian Delta dan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat oleh pemerintah, terus membayang -bayangi bisnis apartemen di Jakarta. Sejumlah proyek apartemen alami penundaan penyelesaian dan serah terima unit sampai dengan semester pertama 2021.

“Kegiatan konstruksi akan terhambat karena kasus Covid-19 kembali meningkat. Diperkirakan banyak proyek yang kembali akan mundur jadwal serah-terimanya,” ungkap Head of Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, dalam virtual media briefing Q2 2021, Jakarta, Rabu (7/7).

Menurut Ferry, Sepanjang tahun 2021 ada 7 proyek apartemen yang sedang dikerjakan oleh developer dan total 3,672 unit, dan baru ada 1 proyek yang diserahterimakan sampai dengan kuartal II ini.

Dijelaskannya, pasar apartemen di Jakarta sejak tahun 2016 terus alami penurunan. Namun adanya pandemi ini, penjualan maupun launching baru apartemen langsung terjun bebas sampai pertengahan tahun.

“Hanya ada satu proyek apartemen kelas atas di area CBD mega kuningan yang perkenalkan pada kuartal II ini yakni Diamond tower. Biasanya banyak proyek, hal ini mencerminkan developer agak menahan diri dari agresif dalam membangun,” kata dia.

Ferry menjelaskan, kinerja untuk apartemen strata title, dibandingkan kuartal lalu, terjadi penurunan penjualan sebesar 63% dan hanya 155 unit yang terjual dari 500 unit yang ditawarkan pada kuartal II tahun 2021.Tingkat serapan sedikit meningkat walaupun hanya 0,08% QoQ di level 87,2%.

“Tidak ada kenaikan harga jual sama sekali, sehingga tetap stabil di angka Rp 35 juta permeter persegi,” katanya.

Sementara itu, untuk apartemen sewa, kata Ferry, tidak ada proyek baru yang selesai di kuartal II tahun 2021. Rerata tingkat hunian sedikit meningkat dari kuartal lalu ke level 57,7%. “Permintaan didominasi oleh pasar lokal, harga sewa cenderung stabil seperti kuartal sebelumnya.

Terkait dengan insentif PPN oleh pemerintah pada sektor apartemen, kata Ferry, sampai kuartal II ini dampak program insentif PPN masih belum terlihat, khususnya pada sektor apartemen. Namun, program insentif  PPN diperpanjang sampai Desember 2021 dan diharapkan dapat menjadi katalis penjualan di tahun 2021. Harga jual diperkirakan akan stagnan sampai insentif  PPN usai.

“Berbeda dengan hunian Tapak dengan harga Rp2-5 miliar sudah mulai terasa dampaknya, tetapi untuk apartemen belum terlihat, apalagi sektor ini sangat terbatas. Karena itu insentif PPN sampai akhir tahun diharapkan bisa menjadi Katalis bagi sektor apartemen,” kata Ferry.

Sedangkan untuk Apartemen Serviced, ada ada 6 proyek baru yang akan selesai dibangun di tahun 2021  dengan total 1.189 unit. Permintaan dari masyarakat lokal akan tetap mendominasi tingkat keterisian pada serviced apartment tahun 2021.

“Memang agak sedikit naik tingkat hunian apartemen sewa. Banyak transaksi dilakukan oleh pasar lokal dan justru ekspatriat sedikit cenderung berkurang dan kita lihat tingkat hunian sedikit meningkat, tetapi di dominasi pasar lokal,” ujarnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN