Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Petani Sawit

Ilustrasi Petani Sawit

CPI: Diversifikasi Tanaman Solusi untuk Kesejahteraan Petani di Berau

Sabtu, 13 Februari 2021 | 12:32 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Climate Policy Initiative (CPI) meluncurkan laporan terkait penelitiannya di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur yang menunjukkan bahwa program diversifikasi tanaman berpotensi mengurangi risiko usaha dari terjunnya harga jual sawit sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani kecil swadaya yang selama ini sepenuhnya bergantung pada perkebunan kelapa sawit.

Laporan berjudul “Membina Ketahanan Ekonomi Melalui Diversifikasi Tanaman Rakyat” ini merupakan salah satu dari rangkaian penelitian yang dilakukan CPI di Berau sebagai bagian dari proyek Low Emission Palm Oil Development (Leopald) atau Pengembangan Minyak Sawit Emisi Rendah, yang dilaksanakan CPI bekerjasama dengan Konservasi Alam Nusantara dan Giz Jerman.

Proyek ini bertujuan untuk mendukung kegiatan pemerintah provinsi Kalimantan Timur dalam menerapkan strategi kesepakatan pembangunan hijau melalui kegiatan pengembangan minyak kelapa sawit yang lebih berkelanjutan.

Associate Director CPI Indonesia, Tiza Mafira mengatakan, laporan tersebut menyebutkan bahwa bertanam kelapa sawit telah menjadi mata pencaharian utama bagi para petani kecil swadaya (lahan 2-5 hektar) di Berau, namun hal itu tidak cukup untuk menutupi biaya hidup mereka. Selain itu ketergantungan berlebih terhadap perkebunan sawit sebagai sumber penghidupan juga menimbulkan berbagai risiko ekonomi bagi petani seperti fluktuasi harga jual sawit yang tidak stabil, rendahnya produktivitas lahan karena risiko iklim dan kurangnya modal usaha.

“Kami menemukan bahwa menjual sawit saja tidak cukup untuk menghasilkan pendapatan yang layak bagi petani kecil di Berau dan hanya dapat menghasilkan pengembalian investasi pada tingkat yang jauh di bawah upah minimum di wilayah tersebut,” ujar dia dalam keterangan persnya yang diterima Investor Daily, di Jakarta, Sabtu (13/2).

Kebun kelapa sawit seluas 2 hektar hanya menghasilkan pengembalian 439% lebih rendah atau 4,4 kali lipat lebih rendah daripada upah minimum dan pendapatan per kapita Kabupaten Berau berdasarkan permodelan keuangan selama 25 tahun.

CPI juga melaporkan Kabupaten Berau telah berhasil menyediakan bahan pangan pokok seperti beras melalui program swasembada, ketergantungan pada kelapa sawit menyebabkan tergerusnya berbagai tanaman pangan dan palawija lainnya seperti Cokelat dan Lada.

CPI menyarankan agar dibuatnya program diversifikasi tanaman untuk menguatkan ketahanan pangan di Kabupaten Berau.
CPI merekomendasikan bahwa untuk memastikan arus kas positif, diversifikasi tanaman sebaiknya dimulai selama periode dimana petani menghasilkan pendapatan tunai yang tinggi dan petak kelapa sawitnya, karena masa masa tersebut merupakan waktu yang tepat untuk mengakses pinjaman keuangan untuk memodali usaha diversifikasi lahannya.   

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN