Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu lahan pertanian di Jawa Timur. Foto ilustrasi: Investor Daily/gora kunjana

Salah satu lahan pertanian di Jawa Timur. Foto ilustrasi: Investor Daily/gora kunjana

Curah Hujan Tinggi, Kementan Siapkan Asuransi Usaha Tani Padi

Rabu, 15 Januari 2020 | 18:27 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Curah hujan yang cukup tinggi mulai menganggu sentra pertanian di Indonesia. Untuk membantu melindungi petani dari ancaman kerusakan tanaman akibat bencana alam. Kementerian Pertanian (Kementan) menganjurkan petani mengikuti Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

AUTP merupakan program asuransi yang dibuat Kementan untuk mencegah hal-hal yang tidak terduga seperti bencana alam.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian Sarwo Edhy mengatakan, perubahan iklim yang sulit ditebak menjadi tantangan dalam sektor pertanian ke depannya.

Apalagi usaha tani merupakan kegiatan yang tergantung pada kondisi alam sehingga diperlukan tindakan yang cermat dalam menghadapinya.

Saat musim kemarau, Petani harus dapat mengantisipasi agar tidak terjadi kekeringan begitu juga saat musim penghujan, banjir juga bisa mengancam.

Penggunaan benih yang sesuai (spesifik lokasi), pemberian pupuk seimbang tepat waktu, penggunaan pestisida secara bijak serta manajemen pengairan merupakan sesuatu yang harus menjadi perhatian utama.

“Ketika hal-hal tersebut sudah terpenuhi, kegiatan usaha tani dapat berjalan lancar sehingga mampu memproduksi tetapi terkadang sering terjadi gagal panen karena fenomena iklim,” ujar dia di Jakarta, Rabu (15/1).

Agar semangat petani tidak padam, pemerintah khususnya Kementan membuat program perlindungan kepada petani yaitu asuransi pertanian. Untuk memberikan kemudahan petani pemerintah memberikan subsidi preminya hampir 80%.

Asuransi pertanian merupakan bentuk upaya pemerintah melindungi petani dari kerugian gagal panen akibat bencana alam, wabah penyakit hewan menular, perubahan iklim dan jenis risiko lain yang telah ditetapkan.

“Jadi asuransi pertanian ini pada dasarnya membantu petani apabila terjadi kegagalan panen,” ujar dia.

Dengan asuransi pertanian, petani yang gagal panen bisa memulai usaha kembali dari pembayaran klaim sebab petani yang mengikuti asuransi pertanian akan mendapatkan penggantian hingga Rp 6 juta/hektar.

Asuransi Pertanian yang lebih dikenal dengan sebutan AUTP yang dikembangkan sampai saat ini aman dan berjalan lancar. Pembayaran klaim yang dilakukan PT Jasindo pun aman dan berjalan lancar.

Untuk mempermudah pendaftaran dan pendataan asuransi, Kementan bersama PT Jasindo menerbitkan layanan berbasis online melalui sistem informasi asuransi pertanian.

Sepanjang tahun 2019, PT Jasindo sudah membayar klaim AUTP ke petani sebesar Rp 104 miliar.

Semuanya sudah diproses dan dibayarkan kepada petani yang mengajukan klaim, sebagian besar klaim yang diajukan petani dikarenakan sawahnya kekeringan.

Musim kemarau panjang tahun 2019 tidak bisa dihindarkan lagi, dari jumlah petani peserta AUTP, banyak sawah petani yang mengalami kekeringan.

PT Jasindo juga membayar klaim AUTP yang disebabkan OPT Tikus sebesar Rp 14 miliar, OPT Wereng Batang Cokelat Rp 5,7 miliar, OPT Blast Rp 4,2 miliar.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN