Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Alat berat beroperasi di proyek strategis nasional (PSN) kereta Cepat di Cikarang, Jawa Barat, Rabu (17/6/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Alat berat beroperasi di proyek strategis nasional (PSN) kereta Cepat di Cikarang, Jawa Barat, Rabu (17/6/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Daftar 211 PSN Terbaru Ditetapkan, Total Investasi Capai Rp 4.809,7 Triliun

Jumat, 27 November 2020 | 16:53 WIB
Nasori

JAKARTA, investor.id

Pemerintah telah menetapkan daftar 211 Proyek Strategis Nasional (PSN) terbaru yang meliputi 201 proyek dan 10 program dengan total nilai investasi sebesar Rp 4.809,7 triliun, baik dari pembiayaan APBN/APBD, BUMN, maupun swasta. Penetapan PSN yang mencakup 23 sektor ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2020.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan, pada awal 2020, Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) yang berada di bawah Kemenko Perekonomian dimandatkan untuk melakukan evaluasi atas usulan PSN, dan telah melakukan evaluasi terhadap 269 usulan proyek dan program.

Menurut Airlangga, usulan tersebut datang baik dari kementerian, pemerintah daerah (pemda), BUMN, maupun badan usaha swasta. Evaluasi dilakukan dengan mempertimbangkan daftar PSN sebelumnya, serta usulan-usulan baru dengan menggunakan berbagai kriteria.

“Pemerintah telah melakukan evaluasi dengan sangat hati-hati terhadap semua usulan PSN, dengan mempertimbangkan semua aspek dan menggunakan berbagai kriteria, baik kriteria dasar, strategis, maupun operasional,” ujar Airlangga selaku Ketua KPPIP dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/11).

Menurut dia, daftar PSN pertama kali ditetapkan melalui Perpres Nomor 3 Tahun 2016 yang meliputi 225 proyek dan satu program. Kemudian, direvisi dilakukan pada 2017 melalui Perpres Nomor 58 Tahun 2017 hingga daftar PSN meningkat menjadi 245 proyek dan dua program.

Lalu, direvisi kembali pada 2018 melalui Perpres Nomor 56 Tahun 2018 yang meliputi 223 proyek dan tiga program. Sementara itu, selama periode 2016 hingga 20 November 2020, sebanyak 100 proyek telah berhasil diselesaikan dengan total nilai mencapai Rp 588,9 triliun.

Airlangga memaparkan, kriteria dasar yang digunakan dalam menetapkan daftar PSN antara lain kesesuaian dengan RPJMN, rencana strategis, rencana tata ruang, atau diatur dalam peraturan khusus. Juga mempertimbangkan kriteria strategis, antara lain memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional, keselarasan antarsektor, dan pertimbangan distribusi proyek secara regional.

Selain itu, pertimbangan kriteria operasional, antara lain memiliki studi kelayakan yang berkualitas, memiliki nilai investasi di atas Rp 500 miliar, dan penyelesaian konstruksi paling lambat pada kuartal III-2024 (kecuali proyek di sektor minyak dan gas yang dapat memulai konstruksi paling lambat pada kuartal III-2024), serta berperan mendukung pusat kegiatan ekonomi.

Airlangga menerangkan, selain menetapkan 201 PSN, Perpres Nomor 109 Tahun 2020 juga mencakup pengembangan 10 PSN yang sangat diperlukan untuk mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi nasional.

Program-program strategis nasional tersebut, lanjut Airlangga, memperluas ruang lingkup dari PSN sebelumnya yang hanya mencakup tiga program, menjadi 10 program yang keseluruhannya mencakup program pembangunan infrastruktur ketanagalistrikan, program pemerataan ekonomi, program pengembangan kawasan perbatasan, dan program pengembangan jalan akses exit tol.

Selain itu program pengembangan kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN), program pembangunan instalasi pengolah sampah menjadi energi listrik (PSEL), program pembangunan smelter, program peningkatan penyediaan pangan nasional (food estate), program pengembangan superhub, dan program percepatan pengembangan wilayah.

Beberapa materi pokok dan substansi pengaturan dalam Perpres Nomor 109 Tahun 2020 yang ditambahkan, ditujukan untuk meningkatkan investasi dan menciptakan lapangan kerja, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah dan pusat, antara lain terkait dengan perizinan PSN, pemberian stimulus kepada PSN (tarif 0% untuk BPHTB atas PSN), dan PSN harus mengutamakan penciptaan lapangan kerja.

 

Lapangan Kerja Baru

Daftar PSN tersebut juga mendapatkan kemudahan-kemudahan lebih lanjut yang diatur dalam Undang Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja serta peraturan-peraturan turunannya. Dalam rangka menanggulangi dampak pandemi Covid-19 yang melemahkan perekonomian nasional dan meningkatkan pengangguran, pembangunan PSN diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru.

KPPIP mengestimasikan penciptaan lapangan kerja langsung dari pekerjaan konstruksi sebanyak 878 ribu pada 2021 dan 938 ribu pada 2022. “Pada 2021, kami akan melanjutkan percepatan PSN dengan target penyelesaian 38 proyek dengan total nilai investasi sebesar Rp 464,6 triliun. Percepatan ini diharapkan dapat mendorong perekonomian melalui peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja, serta pemulihan industri dan pariwisata,” pungka Airlangga.

 

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN