Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
dahlan iskan

dahlan iskan

Dahlan Iskan: Pembentukan Holding BUMN Ultra Mikro Sangat Positif

Selasa, 23 Maret 2021 | 12:53 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

Jakarta, investor.id-Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyatakan bahwa pembentukan holding BUMN untuk pemberdayaan ultra mikro  akan berdampak positif bagi entitas perusahaan yang terlibat, perekonomian nasional, masyarakat, dan pelaku usaha. “Pembentukan holding ini juga dianggap sejalan dengan misi besar pemerintah untuk melahirkan bisnis BUMN berskala  internasional di Indonesia,” kata Dahlan di Jakarta, Selasa (23/3/2021).

Ia menilai tepat  rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) membentuk holding BUMN ultra mikro. “Pasti ini ideal. Kita  terlalu banyak BUMN dan ingin ada BUMN yang size-nya  global, jangan pemain lokal semua. Tiga perusahaan ini sudah kalau bisa  terintegrasi akan sukses dan hebat sekali,” ujar Dahlan. Rencananya, pembentukan holding BUMN ultra mikro melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero). Holding ini ditargetkan terbentuk maksimal pada kuartal III tahun ini.

Dahlan menilai pembentukan holding BUMN untuk ultra mikro sejalan dengan gagasan penyederhanaan BUMN seperti yang sempat ia laksanakan ketika menjabat menteri. Kedua, kebijakan ini dibuat untuk penyehatan BUMN dengan pendekatan bisnis. Melalui pembentukan holding, maka peningkatan kapasitas manajerial, pendanaan, dan lain-lain bisa dilakukan secara lebih cepat. Holding juga membuat penyehatan terlaksana lebih efektif, baik untuk BUMN yang dalam kondisi sehat maupun tidak. Dengan holding, maka BUMN—baik sehat maupun tidak—dapat semakin tumbuh dan berdaya saing global. Ketiga, pembentukan holding disebutnya bisa menumbuhkan perekonomian dengan pesat. Pertumbuhan ekonomi yang cepat ini akan banyak membawa dampak baik, salah satunya yakni membuat semakin bertambahnya pelaku usaha ultra mikro dan mikro yang bisa naik kelas. “UMKM ini sebaiknya kita kelompokkan, misalnya UMKM yang sifatnya produksi, kemudian yang sifatnya perdagangan lokal pun ekspor. Menurut saya pembinaannya harus sangat tajam,” jelas dia.

Ditambahkan, harus ada kekuatan mengkoordinasikan UMKM yang sudah pernah ekspor untuk memperkokoh holding. “Harus ada saling mendukung  tanpa ada yang melemahkan. Dalam pengertian  banyak bantuan hanya melemahkan mental para pengusaha untuk menjadi lebih sembrono,” katnya. Ia juga menyebut kehadiran holding BUMN ultra mikro bisa memperkuat daya saing dan kapasitas BRI, Pegadaian, dan PNM yang masuk dalam kelompok BUMN Lembaga Keuangan. Sinergi ketiga perusahaan ini akan memperkuat BUMN klaster keuangan dan menaikkan daya tawar Indonesia di level regional dan internasional.

Menurut Dahlan, pada saat dirinya menjabat Menteri BUMN, langkah klasterisasi perusahaan negara ia lakukan demi membentuk BUMN yang berdaya saing tidak hanya di lingkup lokal, tapi juga regional dan internasional. Contohnya, saat itu Dahlan sempat membentuk klaster BUMN sektor keamanan nasional untuk murni kepentingan memperkuat pertahanan nasional. Dia juga menginisiasi sinergi BUMN di bidang pangan untuk membentuk ketahanan pangan dan energi. “Tapi karena bukan holding maka hubungan manajemennya tidak bisa terlalu tegas. Akhirnya aliran modal, misalnya, tidak bisa saling ngotot antarmanajemennya,” ujarnya.

Dahlan juga pernah berencana membentuk klaster BUMN untuk bisnis yang bertujuan memperbesar kapasitas serta daya saing perusahaan negara di tataran global. Visinya, kelak BUMN yang bergabung di klaster binsis dapat berdiri sendiri menjalankan perannya dan menyumbang banyak keuntungan untuk kas negara. Holding BUMN ultra mikro, lanjutnya,  berpotensi  menumbuhkan  banyak UMKM yang sukses dan bisa naik kelas. “Sinergi melalui holding akan membuat pemberdayaan UMKM berjalan berkesinambungan,” katanya.

Ia juga menilai proses digitalisasi pada BRI, PNM, dan Pegadaian bisa berjalan lebih cepat dan murah melalui pembentukan holding. Digitalisasi itu mutlak. Untuk apa ada holding tapi tidak bisa mengatur itu. Itu bagus sekali dan kalau itu ditangani bersama dengan lebih efisien saya setuju sekali,” katanya. “Jadi ini misi negara yang harus kita laksanakan, di mana kita memerlukan institusi yang bersaing pada tingkat global dan pembentukan holding menjadi salah satu jalan yang harus dilakukan,” tutup Dahlan.

 

 

Editor : Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN