Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Suhariyanto, Kepala BPS. Foto: IST

Suhariyanto, Kepala BPS. Foto: IST

Dampak Covid-19 terhadap Kemiskinan Lebih Tinggi di Perkotaan

Senin, 15 Februari 2021 | 12:26 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id -  Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, persentase penduduk miskin pada September 2020 sebesar 10,19%, meningkat 0,41% poin terhadap Maret 2020 dan meningkat 0,97% poin terhadap September 2019.

Sehingga jumlah penduduk miskin pada September 2020 menjadi 27,55 juta orang, meningkat 1,13 juta orang terhadap Maret 2020 dan meningkat 2,76 juta orang terhadap September 2019.

Kepala BPS, Suhariyanto memaparkan, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2020 sebesar 7,88%, sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan 13,20%. Sebagai perbandingan, pada September 2019, jumlah penduduk miskin di perkotaan 6,56%, sedangkan di perdesaan 12,60%.

“Bila dilihat, ada perbedaan yang cukup signifikan. Dari bulan September 2019 ke bulan September 2020, Covid-19 ternyata lebih berdampak ke perkotaan. Karena pandemi Covid-19, penduduk miskin di perkotaan naik 1,32%, sementara di perdesaan naik hanya 0,60%,” kata Suhariyanto, Senin (15/2/2021).

Ia menambahkan, meskipun kenaikan penduduk miskin di perdesaan lebih kecil, namun masih terdapat disparitas kemiskinan yang cukup tinggi antara kota dan desa, di mana kemiskinan di desa persentasenya selalu lebih tinggi dibandingkan di kota.

“Disparitas kemiskinan perkotaan dan perdesaan masih tinggi. Ini tentunya perlu mendapatkan perhatian kita bersama,” tegas Suhariyanto.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN